Bea Cukai Bali Nusra Amankan Kapal Penyelundup Pakaian Bekas dari Luar Negeri

Kapal pengangkut pakaian bekas saat diamankan petugas Bea Cukai. (foto : ist)
Beritabalionline.com – Kapal bernama KM Karya Bersama diamankan petugas Bea Cukai Bali Nusra saat berupaya menyelundupkan pakaian bekas. Dari dalam kapal yang diamankan di Perairan laut Alor, NTT ini ditemukan kurang lebih 1.200 karung pakaian bekas dari luar negeri.
“Hasil pemeriksaan terhadap nahkoda kapal, barang tersebut dibawa dari Dili, Timor-Leste dengan Tujuan Luwuk, Sulawesi Tengah,” ucap Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur (Bea Cukai Bali Nusra) Untung Basuki, Jumat (16/8/2019) di Denpasar.
Lantaran mengangkut pakaian bekas dengan nilai barang sekitar Rp600 juta tanpa dilengkapi pemberitahuan pabean, petugas langsung mengamankan nahkoda kapal berinisial US (56).
Untung mengungkapkan, terbongkarnya upaya penyelundupan pakaian bekas berawal dari adanya informasi intelijen Bea Cukai bahwa ada kapal memuat barang mencurigakan selama dua hari, 9-10 Agustus 2019 di Perairan Dili, Timor Leste.
Kapal kemudian terlihat berangkat meninggalkan Perairan Dili, Sabtu (10/8/2019) sekitar pukul 21.45 WITA. Tak ingin kehilangan buruan, Satgas Patroli Laut BC 8004 yang saat itu berada di Pelabuhan Atapupu langsung melakukan pengejaran.
Kapal KM Karya Bersama berhasil dihentikan saat berada di sekitar Perairan Alor, NTT, sebelah barat Pulau Kambing, Minggu (11/8/2019) sekitar pukul 03.00 WITA. Kapal beserta isinya lalu digiring menuju Pelabuhan Atapupu, Atambua, NTT untuk penyelidikan lebih lanjut.
Sebelumnya, Bea Cukai Bali Nusra juga mengamankan KLM Harapan Bersama di perairan Tanjung Tuakau, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (22/7/2019) sekitar pukul 11.35 WITA, karena berupaya menyelundupkan pakaian bekas.
“Dari dalam kapal ditemukan pakaian bekas tanpa disertai dokumen sebanyak 1.661 karung dengan nilai barang sekitar Rp700 juta,”ucap Untung.
Kepada petugas, nahkoda kapal berinisial S (43) mengaku pakaian bekas dibawa dari Dili, Timor Leste, dengan tujuan Teluk Sulamo-Nusa Tenggara Timur. Kapal dan isinya kemudian dibawa ke Pelabuhan Tenau, Kupang-Nusa Tenggara Timur.
Untung menerangkan, pelaku dapat dituntut dengan ancaman pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 102 Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp5 milyar.
“Bea Cukai Bali Nusra ke depannya akan terus meningkatkan pengawasan dan patroli laut di wilayah perairan perbatasan Indonesia-Timor Leste yang disinyalir menjadi jalur masuknya pakaian bekas impor ke Indonesia,” tegas Untung. (agw)
BACA JUGA:  KPU Badung Tetapkan Satu Paslon di Pilkada 2020, Paket GiriAsa Lawan Kotak Kosong