Pistol Kapolsek yang Dicuri Sempat Ditawarkan Rp500 Ribu di Pasar Kreneng

Waka Polresta Denpasar saat merilis pengungkapan kasus pencurian senjata api. (Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Tim Resmob Satreskrim Polresta Denpasar meringkus pencuri senjata api milik Kapolsek Kota Negara bernama Wayan Soma (42). Dari hasil pemeriksaan terungkap jika pelaku sempat menawarkan senjata tersebut.

“Dia menawarkan kepada orang-orang di pasar Kreneng hendak menjual senjata airsoft gun seharga Rp500 ribu. Tapi tidak ada yang mau beli,” terang Waka Polresta Denpasar AKBP Benny Pramono saat ekspose kasus di Mapolresta Denpasar, Kamis (15/8/2019).

Kepada petugas, pedagang es campur keliling yang ditembak betis kaki kanannya lantaran melawan saat ditangkap ini, mengaku jika ia mengetahui senjata yang ditawarkan merupakan senjata api, bukan airsoft gun.

“Dari pengakuan dia tau kalau itu bukan airsoft gun. Ketika ditawarkan tidak ada yang mau beli, oleh pelaku senjata lalu disembunyikan dengan cara menanamnya di areal GOR Ngurah Rai,” beber Waka Polresta Denpasar didampingi Kanit Jatanras Iptu Made Yudistira.

AKBP Benny menyebut, pelaku bukan pemain baru di dunia kejahatan. Catatan kejahatannya panjang karena kerap berurusan dengan polisi. Meski dalam keseharian berjualan es keliling, namun jika ada kesempatan ia akan beraksi.

“Dia ini merupakan residivis dan sudah sepuluh kali mendekam di penjara. Riwayat tindak pidananya banyak, empat melakukan curanmor, tiga mencuri helm, tiga mencuri pakaian di wilayah hukum Polresta Denpasar. Terakhir dia keluar penjara tahun 2018,” bebernya.

Diberitakan sebelumnya, senjata api milik Kapolsek Kota Negara Kompol I Ketut Maret dicuri orang di area parkir Pura Sakenan, Serangan, Denpasar Selatan, Sabtu (3/8/2019) sekitar pukul 20.30 WITA.

Di dalam senjata api laras pendek jenis HS.9 dengan nomor seri H.190044 produksi Ceko tersebut terdapat magazen berisi 4 butir peluru.

BACA JUGA:  Praperadilkan Kejari, Legal Standing Pemohon Dipertanyakan

“Untuk peluru kita temukan dua butir, karena yang dua butir dibuang oleh pelaku di sungai. Atas perbuatannya pelaku kita kenakan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” kata Waka Polresta Denpasar. (agw)