Gubernur Koster Minta Bupati/Walikota Hilangkan Sikap Ego Sektoral

Gubernur Koster didampingi Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama pada Rapat Paripurna Istimewa DPRD Bali. (foto : ist)

Beritabalionloine.com – Pembangunan Bali harus diselenggarakan secara terpola dan terintegrasi dengan pendekatan satu kesatuan wilayah, yaitu: Satu Pulau, Satu Pola dan Satu Tata Kelola.

Untuk itu, semua pihak, terlebih bagi para kepala daerah di tingkat kabupaten dan kota se-Bali, diminta untuk menghilangkan sikap egoisme wilayah dan sektoral demi terwujudnya visi pembangunan Bali ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’ dan demi keutuhan Bali.

Demikian Gubernur Bali Wayan Koster dalam pidatonya pada Rapat Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Bali dengan acara “Peringatan Hari Jadi ke-61 Provinsi Bali”, di Ruang Sidang Utama Gedung DPRD Provinsi Bali di Denpasar, Rabu (14/8/2019) pagi.

“Kita harus berada dalam satu barisan. Kita harus bersatu dan bersinergi untuk mewujudkan pembangunan Bali sesuai dengan visi ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’ yang dilakukan melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru, yang mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan Krama Bali yang sejahtera dan bahagia, sakala-niskala,” ucapnya.

Di samping itu, lanjut Gubernur Koster, mewujudkan Bali Era Baru juga dimaksudkan untuk menuju kehidupan Krama dan Gumi Bali sesuai dengan prinsip Trisakti Bung Karno: Berdaulat secara Politik, Berdikari Secara Ekonomi, dan Berkepribadian dalam Kebudayaan melalui pembangunan secara terpola, menyeluruh, terencana, terarah dan trintegrasi dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan nilai-nilai Pancasila 1 Juni 1945.

Untuk itu, Gubernur yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali itu, dengan tegas mengajak semua kepala daerah di tingkat kabupaten dan kota se-Bali serta semua pihak di Bumi Dewata, mampu menghilangkan sikap egoisme wilayah dan egoisme sektoral.

BACA JUGA:  Semalaman Terombang-ambing di Tengah Laut, Nelayan Asal Tabanan Sempat Dilaporkan Hilang

Gubernur menjelaskan, Bali Era Baru dapat diwujudkan dengan menata secara fundamental dan komprehensif pembangunan Bali yang mencakup tiga aspek utama, yakni Alam, Krama, dan Kebudayaan Bali berdasarkan nilai-nilai Tri Hita Karana yang berakar dari kearifan lokal Sad Kerthi, yaitu: penyucian jiwa (atma kerthi); penyucian laut (segara kerthi); penyucian sumber air (danu kerthi); penyucian tumbuh-tumbuhan (wana kerthi); penyucian manusia (jana kerthi); dan penyucian alam semesta (jagat kerthi).

Visi ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’ dilaksanakan melalui 5 bidang prioritas pembangunan Bali yang mencakup: 1) Bidang Pangan, Sandang, dan Papan; 2) Bidang Kesehatan dan Pendidikan; 3) Bidang Jaminan Sosial dan Ketenagakerjaan; 4) Bidang Adat, Agama, Tradisi, Seni dan Budaya; 5) Bidang Pariwisata. “Kelima bidang prioritas tersebut harus didukung dengan pembangunan infrastruktur darat, laut dan udara secara terintegrasi dan terkoneksi,” terang Koster.

Guna mewujudkan keharmonisan Alam, kesejahteraan Krama, dan kelestarian Kebudayaan Bali, berbagai regulasi dan program telah diselesaikan dan dilaksanakan. Dalam bentuk regulasi telah diselesaikan dan diundangkan: Perda Provinsi Bali Nomor 2 Tahun 2019 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Semesta Berencana Provinsi Bali 2005-2025; serta Perda Provinsi Bali Nomor 3 Tahun 2019 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun 2018-2023; dan Perda Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali. (tra)