Polisi Amankan Penambang Batu Padas Ilegal


Kasat Reskrim Polres Gianyar, AKP Deni Septiawan (baju abu) dan sejumlah barang bukti penambangan batu padas ilegal diMapolres Gianyar.(foto: yesi)

Beritabalionline.com – Jajaran Polres Gianyar berhasil menangkap pelaku penambangan batu padas liar dialiran Sungai Petanu sebelah timur Banjar Taruna, Desa/Kecamatan Blahbatuh, Gianyar. Selain mengamankan pelaku Desak Made Muliati alias Erna (60) alamat Dusun Sumber Geroto, Desa Rejo Agung, Kecamatan Srono, Banyuwangi, Jawa Timur, Polisi juga mengamankan dua orang pekerja sebagai saksi dan sejumlah barang bukti.

Kasat Reskrim Polres Gianyar, AKP Deni Septiawan didampingi Kasubag Humas, Iptu Ketut Suarnata, Kamis (8/8) menjelaskan awalnya polisi mendapat informasi dari masyarakat pada Rabu (7/8) pukul 12.30 wita ada penambangan batu padas (paras) liar dialiran Sungai Petanu sebelah tumor Banjar Taruna, Desa/Kecamatan Blahbatuh, Gianyar. Polisi kemudian mendatangi lokasi dan benar adanya warga sedang melakukan aktivitas penambangan batu padas. Awalnya, polisi mengamankan dua orang pekerja Niswanto dan Wahyudi. Dua orang pekerja ini mengaku yang menyuruhnya pelaku Erna. Polisi kemudian memburu Erna dan berhasil ditangkap.

Dalam melakukan aksi para pekerja ini menggali batu padas mengunakan mesin dilahan seluaras 25 M2 dengan ukuran 3m x 8m. Selain itu, para pekerja juga menggali secara manual. Batu padas yang sudah digali kemudian dibentuk dengan ukuran. Batu padas yang sudah dibentuk kemudian dikumpulkan ditempat penampungan.Untuk selanjutnya batu padas ukuran 27 cm x15 cm x 8cm dijual kepada masyarakat dengan harga Rp.12 ribu. Pelaku melakukan kegiatan penambangan sudah berlangsung sejak setahun lalu.

Setelah diperiksa pelaku dalam melakukan penambangan tidak memiliki ijin. Pelaku dan sejumlah barang bukti berupa 1 buah mesin sensor, 1 buah mesin crkle, 1 buah cangkul/samprang, dan 200 biji batu padas.

”Modus pelaku dalam melakukan aksinya yakni melakukan usaha penambangan batu padas dengan cara membongkar batuan dipinggir sungai dengan menggunakan mesin maupun secara manual. Batu padas dibentuk kemudian dikumpulkan serta dijual kepada masyarakat,” kata Kasat Reskrim Polres Gianyar.

BACA JUGA:  Gunakan Dokumen Perjalanan Palsu, Warga Ethiopia Dituntut 2 Tahun Penjara

Atas perbuatannya, tersangka Erna dijerat dengan Pasal 158 Undang Undang RI No.4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara dan atau denda sebanyak Rp.10 miliar. (yes)