Dua Bulan, Petugas Bandara Ngurah Rai Temukan Puluhan Pisau dari Calon Penumpang

Pemusnahan barang dilarang oleh manajemen Bandara Ngurah Rai. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Sebanyak 217 buah power bank berbagai merk serta 112 buah korek api diamankan petugas Bandara I Gusti Ngurah Rai. Barang-barang tersebut disita dari para calon penumpang di bandara.

“Kami sita dikarenakan barang-barang tersebut tidak sesuai dengan aturan yang mengatur tentang barang yang diperbolehkan untuk dibawa masuk ke dalam pesawat udara,” terang Airport Security Senior Manager Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, I Made Sudiarta, Kamis (8/8/2019), di Bandara Ngurah Rai.

Selain barang di atas, petugas juga menyita sebanyak 855 unit tongkat swafoto atau tongsis serta satu karung berisi benda tajam seperti gunting, pisau, dan cutter. Benda yang disita selama periode Maret hingga Mei 2019 ini kemudian dimusnahkan.

“Pemusnahan kali ini merupakan yang kedua kalinya sepanjang tahun 2019. Akhir bulan Februari lalu, telah dilakukan pemusnahan barang dilarang berupa 268 unit power bank, satu kardus korek api, dan satu kardus berisi benda tajam,” jelasnya.

Ditambahkan, dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor: PM 80 Tahun 2017 tentang Program Keamanan Penerbangan Nasional, disebutkan dalam poin 6.2.8 b bahwa barang dilarang (prohibited items) yang ditahan atau disita dapat disimpan selama satu bulan sebelum dimusnahkan.

Sesuai aturan, pemusnahan power bank dan korek api diperlukan penanganan khusus dikarenakan kedua barang ini dikategorikan sebagai limbah B3 (barang beracun dan berbahaya).

“Pemusnahan kedua jenis barang ini dilakukan secara khusus di fasilitas TPS limbah yang dimiliki oleh bandar udara, agar tidak menimbulkan pencemaran lingkungan,” ucap Sudiarta.

Sebagai informasi, power bank yang dapat dibawa masuk ke dalam pesawat udara adalah power bank yang berkapasitas kurang dari 100Wh. Untuk kapasitas 100 hingga 160Wh, setiap penumpang diperbolehkan membawa maksimal 2 unit, dengan persetujuan dari maskapai penerbangan.

BACA JUGA:  Wabup Suiasa Resmikan “Sekar Pudak” Sebagai Maskot Desa Darmasaba

Penumpang dapat membawa masuk korek api ke dalam pesawat, dengan aturan bahwa korek api yang dibawa harus memiliki bahan penyerap.

Sedangkan untuk tongsis, serta benda tajam seperti gunting, pisau, dan cutter, diperbolehkan masuk ke dalam pesawat dengan catatan benda-benda tersebut harus disimpan sebagai bagasi tercatat. (agw)