Pria Penuh Tato Asal Sawan, Buleleng Diganjar 4 Tahun Penjara

Terdakwa Nyoman Sukarta (paling kiri) di persidangan. (foto : SAR)

Beritabalionline.com – Pria bertato di seluruh badan bernama, Nyoman Sukarta (40) asal Sawan, Kabupaten Buleleng ini hanya bisa terdiam dan tertunduk lesu saat hakim memberikan hukuman 4 tahun penjara atas kasus narkoba.

Ketua Majelis Hakim IGST Ngurah Putra Atmaja,SH.MH dalam amar putusannya menyatakan pria yang memiliki tato mirip film animasi Avatar ini terbukti bersalah menyimpan, menguasai, memiliki atau menyediakan narkotika.

“Mengadili terdakwa bersalah sebagaimana disebutkan dalam pasal 112 ayat (1) UU RI No.35 tentang narkotika dan menjatuhkan hukuman pidana penjara selama empat tahun,” Putus hakim di persidangan Ruang Sari Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa (6/7/2019).

Putusan terhadap terdakwa juga dikenakan denda sebesar Rp800 juta subsider 3 bulan penjara. Terhadap putusan ini yang lebih ringan satu tahun dari tuntutan jaksa ini, melalui penasehat hukum dari PBH Peradi Denpasar terdakwa menyatakan menerima.

Sebagaimana disebutkan dalam dakwaan yang dibacakan Jaksa sebelumnya, terdakwa diamankan polisi berdasarkan informasi dari masyarakat yang menyatakan adanya peredaran narkoba di Kuta yang dilakukan oleh pria dengan ciri-ciri memiliki tato tanda panah Avatar di kepala.

Dari petunjuk tersebut anggota reserse narkoba dari Polresta Denpasar melakukan lidik dan menemukan terdakwa sedang asik duduk di atas motor ngantri beli nasi goreng di Jalan Mataram, Selasa (5/2/2019) sekitar pukul 22.30 WITA.

Saat dilakukan penangkapan, terdakwa tidak melakukan perlawanan dan tidak ditemukan barang bukti narkoba. Polisi kemudian menggiring terdakwa ke kamar kosnya di Bhineka Jati Jaya, Tuban.

Dalam kamar kos terdakwa, polisi menemukan tiga paket klip plastik berisi kristal bening diduga sabu dengan berat bersih masing-masing berisi 0,13 dan 0,14 serta 0,07 dengan berat total keseluruhan 0,37 gram. (sar)

BACA JUGA:  Polresta Denpasar Bongkar Industri Rumahan yang Produksi Ekstasi dan Sabu