Pemakai Narkoba Kambuhan Terancam 12 Tahun Penjara

Terdakwa I Putu Nik Santiana Putra. (foto : SAR)

Beritabalionline.com – Walaupun mengaku sempat berhenti menggunakan sabu selama tiga tahun, tetapi tidak membuat I Putu Nik Santiana Putra terlepas dari jeratan hukum karena ternyata ia kembali menyentuh barang haram tersebut.

Akibat ulahnya itu Santiana Putra harus diadili di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar kerena ditangkap petugas dari Badan Narkotika nasional. Dalam sidang, Selasa (6/8/2019) yang dipimpin oleh Hakim I Gede Ginarsa, masih mengagendakan pembacaan dakwaan jaksa.

Dihadapan Majelis Hakim pimpinan Gede Ginarsa, diuraikan oleh Jaksa Putu Yumi Antara bahwa terdakwa ditangkap oleh petugas BNN Bali pada Senin, 6 Mei 2019 pukul 20.00 WITA.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yumi Antara disebutkan, terdakwa diciduk petugas BNN setelah adanya informasi dari masyarakat terkait sepak terjang terdakwa didunia narkoba.

Setelah melakukan penyelidikan, terdakwa pun akhirnya diamankan saat berada di depan gerbang Kos Tara Bali Residance, Jalan Muding Sari Kerobokan.

Dari penggledahan terdakwa, ditemukan 2 pipet plastik warna hitam yang di dalamnya berisi sediaan narkotika jenis sabu. Petugas kembali menggiring terdakwa ke kamar kosnya nomor 6.

“Petugas mendapatkan 1 pipet pelastik berisi sabu yang diletakkan terdakwa di ventilasi kamar mandi kamar kos. Total barang bukti yang diamankan ada 1,05 gram sabu atau berat beraih 0,6 gram,” sebut JPU dari Kejari Denpasar.

Dari keterangan terdakwa, sabu tersebut dibeli dari seseorang yang dikenal bernama Mas dan dibayar dengan transfer lewat rekening BCA sebesar Rp800 ribu.

Terdakwa sendiri kembali mengkonsumsi narkoba sejak 8 bulan lalu setelah 3 tahun lamanya berhenti dari jeratan barang haram tersebut.

Atas perbuatannya, JPU menjerat terdakwa pasal pemakai 127 ayat (1) UU RI No.35 tahun 2009, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. *sar

BACA JUGA:  Berlibur, Turis China Kemalingan di Rumah Kontrakan