Residivis Komplotan Pembobol ATM Asal Rumania Divonis Ringan

Komplotan pembobol ATM asal Rumania (baju putih) di persidangan. (foto : SAR)

Beritabalionline.com – Komplotan pembobol ATM asal Rumania, Alisa Sardaru, Sorin Velcu, Alin Sardaru, dan Sorinel Miclescu, yang merupakan residivis dalam kasus kejahatan cyber crime di Rumania, Kamis (1/8/2019) divonis ringan oleh majelis hakim PN Denpasar pimpinan I Made Pasek.

Untuk tiga terdakwa, Sorin Velcu, Alin Sardaru, dan Sorinel Miclescu divonis 8 bulan penjara. Sedangkan Alisa Sardaru, satu-satunta wanita yang dijadikan terdakwa divonis 7 bulan penjara.

Alisa divonis lebih ringan karena masih memiki anak kecil yang membutuhkan kasih sayang seorang ibu. Namun dalam putusan, keempatnya didenda sama rata. Yaitu Rp. 25 juta. “Apabila tidak dibayar diganti dengan hukuman kurungan selama satu bulan,” tegas hakim dalam putusanya.

Dalam amar putusanya, majelis menyatakan keempat terdakwa terbukti melakukan tindak pidana yang sama. Yaitu tanpa hak melawan hukum mengakses komputer atau sistem elektronik dengan cara apapun dengan tujuan memperoleh informasi elektronik/dokumen elektronik.

Pebuatan para terdakwa melanggar UU tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Atas putusan itu, salah satu terdakwa sempat tidak terima. Alasanya, hukuman denda Rp. 25 juta dirasa cukup tinggi.

“Ini sudah putusan hakim, kalau tidak puas silahkan mengajukan upaya hukum banding,” tegas Hakim Made Pasek. Setelah berunding dengan kuasa hukumnya, para terdakwa pun akhirnya menerima putusan ini.

Jakasa Penuntut Umum (JPU) I Gede Raka Arimbawa yang sebelumnya menuntut para terdakwa dengan pidana penjara selama 10 bulan juga menyatakan menerima. “Kami menerima putusan ini yang mulia, ” tegas jaksa Kejati Bali itu.

Diberitakan sebelumbumnya, penangkapan para terdakwa ini berawal dari adanya laporan dari Kepolisian Rumania ke Polda Bali terkait status keempat terdakwa yang sebelumnya terlibat kasus cyber crime di Rumania.

BACA JUGA:  Napi LP Kerobokan Meninggal, Pihak Lapas Kesulitan Cari Keluarga Almarhum

Atas laporan itu, pihak Polda Bali langsung melakukan penyelidikan terhadap empat terdakwa yang diketahui menginap di Hotel Ozz, di Jalkan Kubu Anyar, Kuta, Kabupaten Badung, Bali. Hasil penyelidikan diketahui bahwa, para terdakwa telah melakukan transaksi di mesin ATM BNI di wilayah Kuta, Badung.

“Atas temuan itu, pihak kepolisian lalu melakukan kordinasi dengan pihak bank BNI dengan melakukan beberapa pengecekan di mesin ATM di wilayah Kuta,” sebut jaksa Kejati Bali itu dalam dakwaannya.

Dari hasil pengecekan terhadap elektrik jurnal dan snapshot serta hasil rekaman CCTV pada beberapa mesin ATM, terekam ada beberapa orang asing (para terdakwa) melakukan transaksi kartu lain yang menyerupai ATM. Atas rekaman CCTV itu, Subdit V (Siber) Direskrimsus Polda Bali melakukan penyelidikan di daerah Kuta.

Hasil penyelidikan diketahui bahwa beberapa orang asing yang melakukan transaksi menggunakan kartu yang mirip ATM itu semuanya menginap di Hotel Ozz Kuta. Dalam dakwaan dijelasnya pula, setelah polisi mengantongi bukti kuat, langsung melakukan penangkapan terhadap para terdakwa pada tanggal 13 Maret 2019 di Ozz Hotel.

Dari penangkapan itu, polisi juga berhasil menyita beberapa barang bukti, seperti, kartu Amazone dan Amazing yang diduga digunakan untuk transaksi di mesin ATM. Dalam dakwaan juga dijelaskan peran masing-masing terdakwa. Terdakwa Alin Sardaru dan Sorin Miclescu bertugas untuk mengambil uang di ATM.

Sedangkan terdakwa Alisa Sardaru dan Sorin Vercu mengambil data nasabah bank dan mengkopinya kedalam pita magnetic stripe ke dalam kartu yang nantinya digunakan untuk transaksi. (sar)