Bantu Fasilitasi Perampokan Money Changer, Wanita Asal Rusia Diadili

Wanita yang diduga membantu memfasiltasi aksi perampokan money changerĀ  (foto : SAR).

Beritabalionline.com – Kasus perampokan money changer yang terjadi 19 Maret 2019 lalu di PT. Bali Maspintjinara AMC (BMC) yang dilakukan WN Rusia, tidak hanya menyeret dua pelaku perampokan ke meja hijau, tapi juga menyeret seorang wanita yang diduga membantu memfasiltasi aksi perampokan itu.

Dia adalah Naira Khumaryan (37) yang juga WN Rusia. Naira yang disebut-sebut pacar dari Maxing Bredikhin, salah satu perampok yang masi buron, Kamis (1/8/2019) diadili di PN Denpasar. Sidang pimpinan I.A Adnya Dewi ini masih mengagendakan pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Made Ayu Citra Maya Sari.

Dalam dakwaan disebutkan, terdakwa diduga memberikan fasilitas membantu, menyembunyikan, Maxim Bredikhin (DPO), Alexei Korothikh (meninggal saat dilakukan penangkapan), Giorgi Zhukov, Robert Huapt (diadili dalam perkara perampokan) dan Vitali (DPO) usai melakukan perampokan di money changer milik PT. Bali Maspintjinara AMC (BMC).

Terdakwa diduga terlibat karena mobil jenis Toyota Avanza DK 1792 BT yang digunakan para pelaku perampokan adalah mobil yang disewa oleh terdakwa bersama Alexei Korothikh dari saksi Anak Agung Ngurah Manik Puniatmaja di Jalan Pratama, Tanjung Benoa tanggal 19 Januari 2019.

Sehari setelah para pelaku merampok money changer, Alexei Korothikh kembali ketempat tinggal terdakwa di Cottage Poppies II Jalan Poppies II. “Saat itu terdakwa mengetahui bahwa mobil yang disewa bersama Alexei Korothikh dalam kedaan kaca pecah dan ada lubang dibagian pintu belakang mobil tersebut, “terang jaksa dalam dakwaanya.

Diketahui, mobil yang disewa oleh terdakwa bersama Alexei Korothikh saat ini dijadikan barang bukti untuk perkara atas nama Giorgi Zhukov dan Robert Huapt yang persidangan sudah masuk pada agenda eksepsi atau tanggapan terdakwa atas dakwaan jaksa.

BACA JUGA:  Edarkan Sabu dan Ekstasi, Pasutri Diganjar Hukuman 13 Tahun Penjara

Giorgi Zhukov dan Robert Huapt didali karena diduga melakukan tindak pidana perampokan bersama Maxim Bredikhin (DPO), Alexei Korothikh (meninggal saat dilakukan penangkapan), dan Vitali (DPO) di money changer milik PT. Bali Maspintjinara AMC (BMC).

Saat penangkapan terhadap para pelaku itu, polisi berhasil mengamankan sebuah mobil jenis Toyota Avanza warta putih Nopol DK 1792 BT. Mobil yang disewa oleh Naira Khumaryan digunakan para pelaku saat melakukan perampokan.

Atas perbuatan itu, terdakwa Naira Khumaryan dijerat dengan tiga pasal berlapis. Yaitu Pasal 365 ayat (1), ayat (2) ke-1 KUHP jo Pasal 56 ke-2 KUHP pada dakwaan kesatu, Pasal 221 ayat (1) ke-1 KUHP pada dakwaan kedua atau Pasal 221 ayat (1) ke-2 pada dakwaan ketiga. (sar)