Apresiasi Jasa dan Pengabdian Almarhum, Kepala BNPB Resmikan Ruang Dr. Sutopo Purwo Nugroho

Peresmian ruang serbaguna Dr. Sutopo Purwo Nugroho. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo meresmikan ruang serbaguna Dr. Sutopo Purwo Nugroho (almarhum) yang berada di lantai 15 Graha BNPB, Jakarta.

Peresmian dilakukan secara simbolis dengan menarik tirai oleh Kepala BNPB yang didampingi oleh Retno Utami, istri mendiang Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat (Kapusdatinmas) Sutopo Purwo Nugroho beserta keluarga.

“Peresmian ruang diinisiasi BNPB untuk memberikan apresiasi dan penghormatan tertinggi atas jasa dan dedikasi beliau terhadap penanggulangan bencana,” ucap Kepala BNPB, Kamis (8/1/2019) di Jakarta.

Usai peresmian ruang serbaguna, acara dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan kepada tiga insan yang dinilai memiliki kontribusi untuk negeri dalam lingkup pelestarian lingkungan dan edukasi serta mitigasi bencana.

Salah satu yang menerima Penghargaan Pengabdian Insan Kemanusiaan Dharma Widya Argya yakni almarhum Sutopo Purwo Nugroho, yang dianggap sebagai sosok pahlawan kemanusiaan yang telah turut membesarkan nama BNPB.

“Pengabdian dan jasa-jasa almarhum dalam menyumbangkan ilmu pengetahuan untuk kemanusiaan di bidang kebencanaan merupakan refleksi dedikasi luar biasa, karena disaat menderita penyakit kanker tidak menyurutkan semangatnya untuk mengabarkan kepada publik, berita kebencanaan,” kata Doni.

Doni Monardo menyerahkan beasiswa secara simbolis kepada istri almarhum Sutopo. (foto : ist)

Dalam kesempatan yang sama, Bank Rakyat Indonesia (BRI) turut menyerahkan penghargaan berupa dana beasiswa bagi dua putera almarhum Sutopo sebagai wujud apresiasi terhadap pengabdian yang diberikan mendiang kepada publik secara ikhlas sebagai informan bencana.

Penyerahan beasiswa tersebut dilakukan oleh Direktur Bank BRI Sis Apik Wijayanto kepada istri almarhum dengan disaksikan Kepala BNPB, Doni Monardo.

Agus Wibowo selaku Plh. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB mengatakan, Pak Topo, panggilan akrab Sutopo, selalu cepat untuk menginformasikan kepada media massa atau pun melawan berita hoaks terkait bencana melalui media sosial.

BACA JUGA:  Polisi Tetapkan 230 Orang Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan

“Penghargaan yang diberikan kepada Pak Topo juga sebagai refleksi dedikasi yang tinggi dalam penanggulangan bencana. Sosok Pak Topo sebagai tokoh komunikasi kemanusiaan patut untuk terus dilanjutkan,” ucapnya.

Wibowo menambahkan, meski Sutopo telah berpulang pada 7 juli 2019 lalu, namun satu pesan yang selalu disampaikan selalu menggaung di telinga siapapun yang mengenalnya.

“Almarhum berkata, “hidup itu bukan soal panjang atau pendeknya usia, namun seberapa besar kita dapat membantu orang lain”, ucapnya menirukan kata-kata Sutopo. (agw)