Tangkal Hoaks, Diskominfos Bali Adakan Literasi Media di Kabupaten Buleleng

Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi Bali adakan Literasi Media. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi Bali bekerja sama dengan Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kabupaten Buleleng mengadakan Literasi Media bertempat di Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng.

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Diskominfosandi Kabupaten Buleleng, Made Suharta, Dewa Rai Rustina selaku Kepala Bidang Statistik Diskominfos Provinsi Bali, dan Ida Bagus Sutresna selaku Kepala Seksi Pengelolaan Opini Publik.

“Rata-rata penggunaan jaringan internet di Indonesia sekitar 170 juta dari 260 juta penduduk di Indonesia. Berdasarkan penelitian tersebut menandakan Indonesia memiliki perkembangan internet dan teknologi yang sangat lesat sehingga membawa dampak baik positif dan negatif. Dalam menghindari dampak negatif tersebut perlu adanya Literasi Media kepada masyarakat secara rutin tiap tahunnya,” ucap Made Suharta dalam siaran pers yang diterima beritabalionline.com, Rabu (31/7/2019).

Dewa Rai Rustina yang pada kesempatan itu mewakili Kepala Diskominfos Provinsi Bali menyampaikan terima kasih atas kerjasama Diskominfosandi Kabupaten Buleleng dalam pelaksaanaan Literasi Media.

“Saya berharap melalui kegiatan literasi media, masyarakat dapat memahami dan mendestruksikan penggunaan media sosial untuk menangkal informasi hoaks,” ucapnya.

Tim Literasi Diskominfos Bali juga menghadirkan beberapa narasumber
yang ahli di bidangnya. Di antaranya melibatkan Kepala Bidang Persandian Diskominfosandi Kabupaten Buleleng, Putu Gopi Suparnaca, sekaligus Ketua Satgas CIRT (Cyber Incident Response Team), yang membawakan materi terkait cara aman bermedia sosial dan memberikan beberapa video ilustrasi untuk pemahaman lebih jelas mengenai informasi hoaks.

Komisi Informasi Bali juga turut dilibatkan, I Gusti Ngurah Wirajasa, yang membawakan materi Keterbukaan Informasi pada Era Revolusi Industri 4.0. Dalam penyampaiannya pelayanan informasi kepada masyarakat untuk mendapatkan informasi yang akurat, terpercaya dan dengan biaya murah, diperlukan adanya peran pemerintah atau khususnya.

BACA JUGA:  Pacar dan Keluarga Terpapar Covid-19 di Klungkung

“PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi) yang dalam tupoksinya memang untuk melayani permohonan informasi dari masyarakat sesuai dengan Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik,” kata Ngurah Wirajasa.

Sementara itu, turut dilibatkan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bali yang dihadiri oleh Sekretaris Jenderal PWI Bali, Emmanuel Dewata Oja atau yang akrab disapa Edo.

Dalam literasi yang dihadiri oleh ASN dan SMA/SMK Kabupaten Buleleng, Edo menjelaskan materi terkait cara menakar bahaya hoaks. Menurutnya untuk menghindari diri dengan informasi hoaks, adalah 6P.

“6P tersebut di antaranya Perhatikan
hati, Pesan berantai, Periksa sumber, Periksa redaksi, Pakai akal sehat, Penyakit kambuhan,” jelasnya.

Sebelum menutup penyampaiannya, Edo juga berpesan untuk masyarakat terutama generasi millennial untuk berusaha agar diet media sosial dan tak lupa saring informasi terlebih dahulu sebelum Sharing. (agw)