Pria Pemilik Senpi Rakitan Terancam Pidana Mati

Pelaku digiring petugas. (foto : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Penghuni rumah kos di Jalan Bhineka Jati Jaya XI gang Turi, Kuta, Kabupaten Badung, dikejutkan dengan suara ledakan. Usut punya usut suara tersebut berasal dari senjata api rakitan yang dibawa pria bernama Fardiansyah (26).

“Dari pengakuan pelaku, senjata api tersebut meledak saat ia terjatuh ketika berlari,” terang Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan saat ekspose kasus di Mapolsek Kuta, Rabu (31/7/2019).

Kepada polisi, pelaku yang dibekuk Resmob Satreskrim Polresta Denpasar dan Unit Reskrim Polsek Kuta di sebuah rumah kos di Jalan Pesanggaran, gang Ulam Kencana II nomor 6 Pedungan, Denpasar Selatan, Senin (29/7/2019) sekitar pukul 02.15 dini hari ini mengaku jika senpi dibeli dari temannya.

“Senpi dibeli Rp500 ribu berikut satu butir peluru kaliber 5,56 mm dari temannya yang berada di Bima, NTB berinisial A. Pelaku sudah tiga bulan memegang senjata tersebut,” beber Kapolresta.

Terungkapnya kasus berawal dari kedatangan pelaku bersama tiga temannya ke Jalan Bhineka Jati Jaya XI gang Turi, Kuta, Kabupaten Badung, Minggu (28/7/2019) sekitar pukul 01.00 WITA.

Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan tunjukkan senpi rakitan. (foto : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Dalam keadaan mabuk lantaran usai minum di seputaran Kuta, pelaku terlibat adu mulut dengan penghuni kos setempat. Situasi memanas, perkelahian terjadi hingga mengakibatkan salah satu penghuni kos bernama Felisianus Misarino Ampung (35) asal Manggarai, NTT, luka-luka.

Tak terima, penghuni kos yang berjumlah 8 orang yang saat itu juga tengah pesta miras mengejar para pelaku. Kalah jumlah, pelaku dan teman-temannya melarikan diri. Saat hendak kabur, pelaku mengeluarkan senjata api rakitan dan menondongkan ke arah warga yang mengejarnya.

BACA JUGA:  Koruptor Dana APBDes Desa Baha, Badung Diganjar 4,5 Tahun Penjara

Apes, senjata yang dipegang pelaku jatuh dan meledak. Suara ledakan membuat beberapa orang warga keluar rumah. Polisi yang menerima informasi langsung ke TKP dan mengamankan senpi beserta beberapa barang bukti lainnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan, petugas memperoleh ciri-ciri pelaku pembawa senpi. Namun saat diburu ke kosnya, pelaku tidak ditemukan. Dari informasi temannya, ia bersembunyi di kos pacarnya di Jalan Pesanggaran, gang Ulam Kencana II nomor 6 Pedungan, Denpasar Selatan. Disana pelaku kemudian diamankan.

“Tersangka dijerat Undang-undang darurat RI Nomor 12 tahun 1951 yang berbunyi barang siapa menyalahgunakan senjata api dapat dihukum dengan hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup, atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya dua puluh tahun,” jelas Kapolresta. (agw)