Jembrana Raih 2 Penghargaan Untuk Kabupaten Layak Anak

Pemerintah Kabupaten Jembrana memperoleh dua penghargaan Layak Anak. Bupati Jembrana Putu Artha (tengah).(foto: ist)

Beritabalionline.com – Setelah tahun lalu berhasil meraih penghargaan nasional kabupaten layak anak katagori madya, tahun ini Jembrana kembali menorehkan prestasi atas komitmenya mewujudkan Kabupaten Layak Anak. Bahkan tahun ini Jembrana meraih dua penghargaan sekaligus yakni penghargan nasional Kabupaten Layak Anak kategori Madya serta Sekolah Ramah Anak yang diraih SDN 1 Baler Bale Agung.

Kedua penghargaan itu diserahkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise kapada Kabag Pemerintahan Edy Sudarso mewakili Bupati, di Makasar, Sulawesi Selatan.

Penghargaan itu adalah bentuk komitmen Negara untuk menjamin perlindungan anak, termasuk kewajiban pemerintah daerah untuk melaksanakan perlindungan anak. Yang istomeea yakni penghargaan Sekolah Ramah Anak tingkat nasional yang disabet SDN 1 Baler Bale Agung karena hanya diraih enam sekolah se-Indonesia, salah satunya dari Jembrana.

Bupati Jembrana I Putu Artha, senin ( 29/7/2019) didampingi Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Olahrga Ni Nengah Wartini serta Kadis PPPA-PPKB Ni Kade Ari Sugianti, saat menerima Kepala Sekolah SDN 1 Baler Bale Agung Ni Made Sudestri, menyampaikan penghargaan ini agar mampu memotivasi semua pihak dalam memberikan jaminan atas pemenuhan hak dan perlindungan anak.

“Dengan diterimanya penghargaan ini kita berharap peran seluruh stake holder, pihak swasta dan masyarakat untuk membantu pemerintah dan peduli terhadap hak-hak anak. Tentu tidak boleh berhenti sampai disini saja, semoga tahun akan depan bisa lebih ditingkatkan,” ungkapnya.

Khusus untuk sekolah ramah anak, Artha berharap apa yang sudah dicapai SDN 1 BB Agung itu bisa diketuk tularkan kepada kepada sekolah–sekolah lainnya di Jembrana. Mulai dari penyiapan sarana prasarana, kompetensi guru serta penguatan karakter anak.

Sementara Kadis Pendidikan Pemuda Olahraga Jembrana Ni Nengah Wartini mengatakan, dalam mewujudkan sekolah ramah anak bagi dunia pendidikan di Jembrana tidak lepas dari upaya pemenuhan delapan pendidikan standar nasional.

BACA JUGA:  Wali Kota Denpasar Kukuhkan Sabha Yowana dan Resmikan PHBS Desa Renon

Langkah itu, selain berupa dukungan sarana prasarana pendidikan yang ramah anak, juga melalui pembiasaan literasi sebelum jam belajar dimulai. Juga ada pemberian uang penghargaan kepada siswa berprestasi juga diberikan wujud apresiasi dan penambah motivasi belajar.

“Pemenuhan hak anak serta perlindungan kita sosialisasikan kesekolah-sekolah dalam motto Barisan yakni menjadikan sekolah bersih, aman, ramah, indah, eksklusif, sehat, asri dan nyaman. Sehingga delapan jam mereka disekolah , merasa terlindungi dan terpenuhi hak-haknya,” jelasnya.(yaw)