Gugatan Praperadilan Kivlan Zen Ditolak

Mayor Jenderal TNI Purn Kivlan Zen (tengah) didampingi kuasa hukumnya. (foto :net)

Beritabalionline.com – Hakim tunggal Achmad Guntur menolak gugatan praperadilan terkait status tersangka Kivlan Zen tentang dugaan kepemilikan senjata api, di pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

“Permohonan pemohon tentang penetapan tersangka, penangkapan dan penyitaan tidak beralasan, karena itu permohonan pemohon patut ditolak. Mengadili, menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya,” ujar Guntur, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (30/7/2019).

Pada putusan itu, Guntur menilai dan mempertimbangkan kalau penangkapan, penyitaan serta penahanan sudah sesuai dengan prosedur karena ada surat-suratnya. Sehingga, seluruh dalil pemohon mengajukan gugatan tidak beralasan.

Diketahui, Kivlan mengajukan gugatan praperadilan terkait status tersangkanya yang dinilai janggal, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (20/6/2019) lalu. Gugatan itu diajukan dengan nomor 75/pid.pra/2019/pn.jaksel.

Sebelumnya, penyidik menetapkan Kivlan Zen sebagai tersangka kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal, Rabu (29/5/2019) sore.

Polisi menangkap Kivlan begitu selesai menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan makar, di Bareskrim Mabes Polri. Selanjutnya, yang bersangkutan dibawa ke Polda Metro Jaya.

 

Gugatan Baru

Pengacara Kivlan Zen, Tonin Tachta menyebut kliennya akan megajukan gugatan baru, menyusul penolakan hakim atas permohonan praperadilan yang diajukan Kivlan Zen mengenai penetapan kasus tersangka.

“Besok Pak Kivlan akan mendaftarkan lagi 4 biji (gugatan). Satu mengenai penetapan tersangka, penyitaan, penangkapan dan penahanan, kami pisah,” kata Tonin, di PN Jaksel, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Selasa (30/7/2019).

Gugatan praperadilan Kivlan Zen sebelumnya ditolak hakim terkait penetapan tersangka, penangkapan, penahanan, penyitaan dalam kasus kepemilikan senjata api. Namun Tonin mengaku akan mengajukan gugatan praperadilan dalam berkas terpisah.

“Kelihatannya hakim tunggal bingung dengan 4 case ya, tidak bisa membedakan case per case. Makanya kita akan pilah 4, besok akan didaftarkan,” kata Tonin.

BACA JUGA:  Wartawan dan Sastrawan Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia

Tonin menyebut praperadilan yang akan diajukan hampir sama dengan materi gugatan yang sudah ditolak hakim. Hanya saja gugatan itu akan dilakukan secara terpisah.

“Beda-beda tipis, beti. Lah, dipisah-pisah, 4,” sambungnya. *itn