Gempa Magnitudo 6 Guncang Bali, Sejumlah Bangunan dan Sekolah di Badung Alami Kerusakan

Pecahan genting sekolah di wilayah Kabupaten Badung berserakan pascagempa. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 6 mengguncang wilayah Bali, Selasa (16/7/2019) pukul 08.18.35 WITA. BMKG menyebut pusat gempa bumi berada di Barat Daya Nusa Dua pada kedalaman 68 Kilometer.

“Dari hasil pemutakhiran gempa bumi menjadi Magnutido 5,8. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami,” terang Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono melalui siaran pers, Selasa (16/7/2019).

Rahmat menjelaskan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempa bumi berkedalaman menengah ini diakibatkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempang Eurasia.

“Analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan jenis naik mendatar (oblique thrust fault),” terangnya.

Guncangan tidak saja dirasakan sebagian besar masyarakat Bali, namun juga sampai di Mataram, Lombok Tengah, Lombok Barat IV MMI, Banyuwangi, Karangkates, Sumbawa, Lombok Timur, Lombok Utara III MMI, Jember, lumajang II- III MMI.

Dampak dari gempa beberapa bangunan terutama di wilayah Badung mengalami kerusakan. Data dari BPBD Kabupaten diperoleh, kerusakan terjadi seperti di SD Negeri 1 Ungasan, Kantor Camat Kuta, SD 11 Jimbaran, Gapura ITDC, Hotel Mercure Nusa Dua, dan Alfamart di Jalan Bali Cliff  No. 48 Ungasan, Kuta Selatan.

“Kerusakan berupa genting jatuh, atap plafon jebol dan kerusakan lain, namun tidak berat. Belum ada laporan korban jiwa. Untuk di sekolah sementara waktu kegiatan dialihkan sementara ke halaman sekolah,” terang Plt. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Badung, I Wayan Wirya. (agw)

BACA JUGA:  FKUB Bali Kutuk Aksi Teror di Selandia Baru, Pelaku Agar Dihukum Berat