Bupati Suwirta Siapkan Ambulan Laut, Kris 118 Lolos Top 99 Inovasi Pelayanan Publik

Bupati Suwirta (kedua dari kanan) saat memprsentasikan program Kris 118 di di ruang rapat Sriwihaya I Kantor Kemen PAN-RB, Jakarta.(foto: ist)

Beritabalionline.com – Satu lagi program inovasi Pemkab Klungkung tembus nasional. Program pelayanan kesehatan melalui kring sehat atau Kris 118 lolos masuk deretan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara, Reformasi Birokrasi (PAN- RB). Untuk melengkapi pelayanan Kris 118, Bupati Suwirta menyiapkan pelayanan ambulan laut untuk melayani masyarakat Nusa Penida.

Sebelumnya program penanganan sampah melalui program Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) dan pemberdayaan beras lokal melalui program Beli Mahal Jual Murah (Bima Juara) sudah lebih dulu tembus Top 99 Inovasi Pelayanan Publik.

Bupati Suwirta didampingi Kadis Kesehatan Ni Made Adi Swapatni dan Kabid Pelayanan Kesehatan I Komang Gede Sentanu mempresentasikan Kris 118 sekaligus diuji 8 panelis di ruang rapat Sriwihaya I Kantor KemenPAN-RB, Selasa (16/7/2019). Suwirta mempresentasikan mulai dari latar belakang dicetuskannya program Kris 118 hingga pengembangan program kedepan dengan pembentukan ambulan laut yang akan segera direalisasikan.

Para panelis melibatkan akademisi, profesional dan praktisi, diantaranya Siti Zuhro (Peneliti LIPI), J.B. Kristiadi (Ketua Tim Reformasi Birokrasi Nasional), Tulus Abadi (Ketua Pengurus Harian YLKI), Dadan Suparjo Suharmawija (Komisioner Ombudsman RI), Nurjaman Mochtar (Jurnalis), Suryo pratomo (Jurnalis), Wawan Sobari (Dosen Fisip Unibraw)serta Imam prasodjo (dosen Fisip UI).

Menurut Bupati Suwirta, program Kris telah melayani seluruh kecamatan melalui Puskesmas yang ada di Kabupaten Klungkung dengan metode telepon atau call center (118/0366 118). “Ini merupakan program pelayanan kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung, sebagai bagian dari aksi Gema Santi Pemkab Klungkung. Dengan Kris pemberian pertolongan pada keadaan darurat bisa lebih cepat dilakukan,” terang Suwirta.

Pada sesi tanya jawab yang berlangsung selama 20 menit, salah seorang panelis, Suryo Pratomo mempertanyakan kecepatan kedatangan tim medis jika terjadi keadaan darurat. Menanggapi pertanyaan tersebut, Bupati Suwirta meyakinkan bahwa dengan call center 118 layanan kesehatan darurat akan cepat sampai. Mengingat layanan ini sudah mencakup di seluruh kecamatan dengan memanfaatkan puskesmas terdekat dari lokasi kejadian.

BACA JUGA:  Jokowi Bertemu Tiga Ketum Parpol di Bogor

Sementara itu panelis lainnya, J.B. Kristiadi memberi masukan supaya pemanggilan layanan darurat bisa dilakukan melalui aplikasi smartphone, yaitu dengan mengintegrasikan seluruh aplikasi yang dimiliki Pemkab Klungkung menjadi satu dan menambahkan sebuah tombol darurat/ panic button didalamnya.

Dengan panic button tersebut otomatis memberikan layanan darurat seperti kepolisian, ambulan, damkar dan layanan darurat lainnya. Menanggapi saran tersebut, Bupati Suwirta mengaku akan terus mengembangkan program Kris sehingga bisa benar benar memudahkan masyarakat untuk mendapatkan layanan darurat. “Saya akan terus berupaya menyempurnakan pelayanan kesehatan di Kabupaten Klungkung,” pungkas Bupati Suwirta.

Setelah melakukan pemaparan dan pengujian program oleh panelis, Bupati Suwirta melakukan penandatangan sebuah spanduk yang berisi 99 program inovativ yang telah lolos TOP 99. Program Kris berhasil lolos Top 99 setelah sebelumnya bersaing dengan ribuan program lainnya dari seluruh Indonesia.(yan)