Piara Burung Tanpa Izin, Warga Desa Cemagi Dipenjara 7 Bulan

I Ketut Purnita alias Andika diganjar hukuman 7 bulan penjara. (foto : SAR)
Beritabalionline.com – Warga Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, I Ketut Purnita alias Andika (37) benasib apes. Pasalnya, hanya gara-gara memelihara burung atau satwa liar yang dilindungi tanpa dibekali izin. Atas perbuatannya itu, pria berpostur tinggi kurus ini harus mendekam dalam penjara selama tujuh bulan.

Tak hanya itu, dalam sidang, Kamis (11/7/2019), majelis hakim PN Denpasar pimpinan Bambang Ekaputra juga menjatuhkan hukuman denda Rp10 juta, subsider tiga bulan penjara.

Majelis hakim dalam amar putusannya yang dibacakan dihadapan terdakwa dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) A.A. Suarja Teja Bhuana menyatakan terdakwa terbukti bersalah dengan sengaja memiliki, memelihara satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup.

Perbuatan terdawa sebagaimana diatur dalam KUHP dapat diancam pidana sesuai Pasal 21 ayat (2) huruf a Jo. Pasal 40 ayat (2) UU Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem. “Menghukum terdakwa I Ketut Purnita alias Andika dengan pidana penjara selama tujuh bulan, denda 10 juta subsider tiga bulan kurungan,” demikian vonis hakim.

Atas putusan ini, majelis hakim meberikan waktu seminggu kepada terdakwa untuk menerima atau banding. “Silahkan dipikir dulu mau menerima atau banding, begitu pula jaksa,” tegas Hakim Bambang Ekaputra, sembari mengetuk palu tanda sidang selesai.

Seperti diketahui, Andika diamankan petugas Polda Bali dan petugas BKSDA di rumahnya. Terdakwa diamankan kerena memelihara hewan atau satwa yang dilindungi berupa, dua ekor burung Merak, satu ekor Cendrawasih, satu ekor burung kangkareng dan satu ekor burung alap-alap atau elang.

Awalnya, polisi dan pihak BKSDA mendapat laporan dari warga bahwa terdakwa diduga memelihara satwa yang dilindungi. Atas laporan itu, polisi dan petugas BKSDA langsung mendatangi rumah terdakwa.

BACA JUGA:  Jual Kerajinan Satwa Dilindungi, Bule Asal Belanda di Penjara 2 Tahun

Sampai di rumah terdakwa, polisi dan petugas BKSDA mendapati terdakwa memelihara satwa yang dilindungi. Karena terdakwa tidak dapat menunjukkan dokumen/izin dari pihak yang berwenang, terdakwa harus diadili di PN Denpasar.  (sar)