Pesan Sabu, Tukang Batu Senyum-senyum Dituntut 5 Tahun Penjara

Imron Rosidi alias Boim (kanan). (foto : SAR)

Beritabalionline.com – Imron Rosidi alias Boim (17) yang sehari-hari bekerja sebagai tukang batu tetap tersenyum meski dituntut lima tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Si Ayu Alit Sutari dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa (9/7/2019).

Boim yang sebelumnya tinggal di Jalan Wirayuda No. 11 itu adili karena terjerat kasus narkoba. Di muka sidang yang dipimpin Hakim I Gede Ginarsa, Alit Sutari  menyatakan terdakwa Boim terbukti bersalah menyimpan atau memiliki narkoba jenis sabu-sabu sebarat 1,25 gram.

Perbuatan tedakwa melanggar Pasal 112 ayat (1) UU Nomor : 35 tahun 2009 tentang narkotika. “Memohon kepada malis hakim yang menyidangkan perkara ini untuk menghukum terdakwa Imron Rosidi alias Boim dengan pidana penjara selama lima tahun,” tegas jaksa dalam surat tuntutannya.

Selain menuntut hukuman penjara, jaksa juga menuntut agar terdakwa dihukum denda Rp800 juta. “Dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti dengan hukuman kurungan selama tiga bulan.” terang jaksa.

Atas tuntutan itu, terdakwa tetap tersenyum dan bersama kuasa hukumnya sepakat untuk mengajukan pembelaan atau pledoi secara tertulis. “Kami sepakat mengajukan pembelaan secara tertulis yang mulia,” ujar pengacara dari PBH Peradi Denpasar itu.

Dalam surat tuntutan, jaksa juga membeberkan sejumlah fakta yang terungkap dalam persidangan. Terdakwa menjadi pesakitan di PN Denpasar karena sebelumnya ditangkap polisi saat hendak mengambil sabu.

Sebelum ditangkap, terdakwa terlebih dahulu memesan sabu kepada Dayat (DPO). Setelah membayar pesanan, terdakwa mendapat kiriman berupa google maps yang mengarahkan terdakwa ke tempat barang yang dipesan.

Terdakwa lalu mengikuti arah yang ada di goole maps, yaitu ke Jalan Kampus Udayana Timur, Jimbaran. “Sampai di lokasi terdakwa langsung mencari sabu pesanannya,” ungkap jaksa dalam surat tuntutannya.

BACA JUGA:  Sebelum Bobol Rumah Kosong, Dewa Putu Beraksi di Warung Nasi Campur

Apes, sesaat setelah terdakwa menemukan sabu pesanannya, terdakwa ditangkap polisi. Saat digeledah, polisi menemukan satu plastik klip yang di dalamnya berisikan kristal bening alias sabu sabu seberat 1,25 gram.

Selanjutnya dilakukan pengeledahan di tempat tinggal terdakwa dan ditemukan barang-barang berupa, bong (alat hisap sabu), tabung kaca kecil, alumunium foil dan korek api gas. Kepada polisi terdakwa mengaku barang bukti yang ditemukan adalah miliknya. *sar