Kerap Dirazia, Tempat Hiburan Malam Jadi Minim Peredaran Narkoba

Polda Bali saat rilis pengungkapan kasus narkoba selama enam bulan terakhir. (foto : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Gencarnya aparat kepolisian melakukan razia di tempat hiburan malam seperti karaoke maupun cafe, ternyata cukup ampuh menekan peredaran narkoba. Selama enam bulan terakhir mulai bulan Januari hingga Juni 2019, polisi hanya menangani 9 kasus.

“Tempat hiburan malam sedikit, lokasi yang paling rawan transaksi narkoba di jalan umum. Bulan Januari sampai bulan Juni 2019, kita mengungkap 241 kasus. Lokasi kedua yakni rumah kos. Selama satu semester ini 136 kasus kita ungkap,” terang Kabag Bin Ops Ditresnarkoba Polda Bali AKBP I Gede Sujana saat rilis pengungkapan kasus narkoba di Mapolda Bali, Senin (8/7/2019).

Jumlah pengedar atau kurir narkoba juga naik. Enam bulan ini Polda Bali dan jajaran menangkap 168 orang tersangka. Sedangkan pada periode yang sama tahun 2018, polisi menangkap 70 orang tersangka.

“Kalau jumlah pengedar naik, sedangkan jumlah pemakai menurun. Tahun 2018 pemakai yang diamankan sebanyak 562 orang, enam bulan ini menurun jadi 357 orang,” jelas AKBP Sujana.

Dilanjutkan, secara umum kasus peredaran narkoba di Pulau Bali dari bulan Januari hingga Juni 2019 mencapai 469 kasus. Jumlah tersebut menurun jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya di periode yang sama yaitu sebanyak 593 kasus.

“Upaya yang kami lakukan guna mencegah di antaranya memperkuat jaringan informasi pada titik rawan kasus narkotik serta menggalang masyarakat untuk semakin meningkatkan peran serta dalam membantu Polri mengawasi peredaran gelap narkoba. Kami juga mengajak masyarakat mewujudkan keluarga, dusun dan desa bebas narkotika,” jelas AKBP Made Sujana. (agw)

BACA JUGA:  Bekuk 29 Pelaku Kejahatan, Polisi Amankan Mobil dan Belasan Motor