Dainilai Ganggu Pariwasta Bali, Pecalang Bubarkan Unjuk Rasa Mahasiswa Papua

Unjuk rasa yang digelar mahasiswa asal Papua dibubarkan paksa. (foto : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Unjuk rasa yang digelar mahasiswa asal Papua dibubarkan paksa oleh pecalang serta organisasi kemasyarakatan (Ormas) Patriot Garuda Nusantara (PGN) dan Pembela Kesatuan Tanah Air (Pekat) Indonesia Bersatu.

“Kalian jangan membuat ribut di sini, Bali daerah pariwisata yang membutuhkan ketenangan,” teriak salah seorang anggota Ormas Pekat kepada pengunjuk rasa, Sabtu (6/7/2019) di Lapangan Parkir Timur Bajra Sandhi Renon, Denpasar Timur.

Situasi kemudian memanas, dan para mahasiswa yang menamakan diri Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Kota Bali ini melakukan perlawanan sehingga terjadi saling dorong. Aparat kepolisian yang sedari awal mengawal jalannya aksi meminta kepada kedua belah pihak untuk menahan diri.

Unjuk rasa oleh sekitar 40 mahasiswa asal Papua digelar untuk memperingati 21 tahun “Tragedi Biak Berdarah” di Papua. Dengan membawa beragam poster, mereka meminta pemerintah bertanggungjawab atas tragedi tersebut.

Rencananya aksi demo berlangsung di Bundaran Renon Denpasar, tidak jauh dari Kantor Perwakilan Konsulat Amerika Serikat. Namun karena dibubarkan paksa, aksi unjuk rasa terhenti di Lapangan Parkir Timur Bajra Sandhi.

Kabag Ops Polresta Denpasar Kompol I Wayan Gatra menerangkan, unjuk rasa bukan kali ini saja dilakukan oleh AMP, dan tuntutan yang disampaikan juga tidak jauh berbeda dengan sebelum-sebelumnya.

“Kalau dikaitkan dengan Undang-undang menyampaikan pendapat, sebenarnya mereka sudah melanggar. Sebab dalam ayat 6 poin 5 disebutkan bahwa tidak boleh menyerukan yang namanya anti persatuan, disitu harus NKRI. Melihat itu, kami aparat kepolisian sudah bisa berbuat tegas,” kata Kabag Ops. (agw)

BACA JUGA:  Ditempel Pita Cukai Palsu, Ratusan Ribu Batang Rokok Disita Bea Cukai