Cabor Criket Badung dapat Perhatian Dunia

Ketum KONI Badung (pakai kacamata) saat menerima Manajer Pengembangan Cabor Criket Asia Timur-Pacifik, Jane Livesey (kanan).(foto: ist)

Beritabalionline.com – Perkembangan Cabang Olahraga (cabor) Criket di Badung (Bali) rupanya mendapat perhatian organisasi Criket dunia. Buktinya, Manajer Pengembangan Criket Asia Timur-Pacifik Jane Livesey, Kamis(4/7/2019) bertemu Ketum KONI Badung Made Nariana, di Kantornya melakukan audensi membicarakan mengenai perkembangan cabor itu di Badung dan Bali umumnya.

Hal serupa juga dilakukan Jane Livesey ke sejumlah provinsi lainnya seperti Samarinda, Jakarta dan Bandung. Bali dipilih mengunjungi Badung, sebab ia melihat perkembangan cabor Criket di daerah keris itu memiliki kemajuan setelah diperkenalkan sejak tahun 2005. Made Nariana didampingi Sekum Persatuan Criket Indonesia (PCI) Badung Ketut Karyana, sementara Jane Livesey didampingi Manajer Umum PCI Pusat Fiermansyah Afie.

Ketum KONI Badung Made Nariana menjelaskan, Criket Badung mendapat pembinaan yang memadai dari KONI Badung bersama pemilik kepentingan yang lain, seperti pengurus (PCI Badung), orangtua, masyarakat dan pemerintah. Jane Levesey menanyakan beberapa hal kepada tuan rumah (Badung), seperti persoalan yang dihadapi dalam mengembangkan cabor Criket di Bali (Badung), sejak kapan Criket dikenal, dan apa upaya yang dilakukan dalam memajukan cabor itu sehingga kelak sama dengan sepakbola dapat terkenal di masyarakat?

Narriana mengatakan, ada tiga pesoalan pokok yang perlu dibenahi sehingga cabor Criket makin memasyarakat. Pertama; lapangan yang memadai, kedua standar pelatih yang lebih baik, dan ketiga; sosialisasi cabor itu kepada masyarakat. Untuk itu, Nariana mengusulkan organisasi dunia Criket hendaknya mendidik pelatih tingkat dunia di Indonesia, khususnya Bali.

Selain itu, Nariana minta, suatu saat pertandingan Criket dunia dipimpin wasit atau juri dari Bali dengan sertifikat dunia. ”Organisasi Criket dunia harus membantu meningkatkan SDM pelatih dan wasit juri ke negara lain yang Criketnya semakin berkembang,” harapnya.

BACA JUGA:  Presiden Jokowi Lepas Kontingen Asian Games 2018, Target Masuk 10 Besar

Selain itu cabor Criket perlu disosialisasikan sejak dini dari sekolah-sekolah, dan terus menerus dipertandingkan di semua tingkatan kejuaraan. Memang diperlukan waktu panjang, tetapi kalau sudah digemari masyarakat, Criket akan dengan mudah mendapatkan sponsor dari kalangan pengusaha sama dengan sepakbola profesional di Indonesia.

”Cabor apa pun, termasuk Criket kalau sudah memiliki prestasi untuk Bali khususnya Badung, akan diberikan perhatian pembinaan lebih banyak. Sekarang Criket Badung masih termasuk grade kedua dalam pembinaan dari semua cabor yang ada,” kata Nariana.

Jane memahami persoalan perkembangan Criket di Indonesia, dan dia akan mencari jalan keluar untuk itu sebab tugasnya memang di bidang pembangunan/pengembangan olahraga yang terkenal di mancanegara. Dalam kesempatan tersebut Nariana menawarkan supuya di Bali diadakan Kejuaraan Criket Dunia untuk menunjang “sport tourism” yang kini sedang digalakkan Bupati Badung Giri Prasta. “Silakan lakukan di Bali, kami yakin pemerintah akan memberikan dukungan,” kata Ketum KONI Badung itu kepada Jane Livesey. (rls)