Terungkap, Pelaku Penusukan Dominggus Adalah Mantan Residivis LP Kerobokan

Penusuk Dominggus Dapa dirantai kaki dan tangannya di Mapolsek Densel. (foto : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Polisi menetapkan Damung Kilimandu alias Angga (34) sebagai tersangka tunggal dalam kasus perkelahian di Warung Pondok Mangga Manis Jalan Taman Pancing, Pemogan, Denpasar Selatan hingga mengakibatkan Dominggus Dapa (24) tewas di tempat.

“Tersangka menusuk korban dengan pisau sebanyak tiga kali yakni di punggung sebelah kanan, pinggang kiri, dan punggung sebelah kanan atas,” ungkap Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan saat ekspose kasus perkelahian di Mapolsek Denpasar Selatan, Rabu (3/6/2019).

Kapolresta mengatakan, pelaku merupakan residivis dan sudah dua kali mendekam di LP Kerobokan. Tahun 2017 pelaku terlibat tindak pidana penganiayaan dan menjalani hukuman selama 10 bulan. Tahun 2018 pelaku kembali terlibat pengeroyokan dan dihukum selama 1 tahun 8 bulan.

Aksi perkelahian hingga menyebabkan jatuh korban berawal dari kedatangan korban bersama lima orang temannya untuk menghadiri acara ulang tahun temannya bernama Gerson Tanggela alias Soni di Warung Pondok Mangga Manis, Jalan Taman Pancing, Pemogan, Denpasar Selatan, Sabtu (29/6/2019) sekitar pukul 18.00 Wita.

Disana korban duduk di meja untuk minum tuak dicampur bir. Malam hari sekitar pukul 20.30 Wita, terjadi keributan dan adu mulut di belakang meja tempat korban minum. Korban dan tersangka yang saat itu duduk di lain meja mencoba melerai.

Lantaran di bawah pengaruh alkohol, korban yang awalnya ingin melerai perkelahian justru memukul wajah tersangka. Hal yang sama juga diikuti teman korban bernama Agustinus Tunna Zada dengan mendorong wajah tersangka.

Tidak terima dipukul, tersangka mengambil pisau yang disimpan di dalam jok sepeda motor miliknya. Tersangka lalu mengejar korban sambil mengayun-ayunkan pisau yang dipegangnya. Melihat itu Agustinus berusaha menghalangi, namun lututnya terkena ayunan pisau tersangka hingga terjatuh.

BACA JUGA:  Diduga Korban Perdagangan Manusia, 193 WN Bangladesh Disekap Dalam Ruko di Medan

Tersangka terus mengejar korban dan berhasil menusuk punggung sebelah kanan dan pinggang kiri korban. Mendapat serangan korban jatuh dengan posisi jongkok dan saat itu tersangka kembali menusuk punggung kanan atas korban.

“Usai menusuk tersangka menjauhi korban, namun tak lama kemudian ia kembali menusuk-nusuk jok sepeda motor yang ada di tempat tersebut. Setelah itu tersangka kembali duduk di meja tempat minum dan menyuruh temannya bernama Frangki (DPO) untuk membawa dan membuang pisau miliknya,” kata Kapolresta.

Atas perbuatannya, pelaku yang dibeberapa bagian tubuhnya berisi tato ini dijerat pasal 338 KUHP dengan pidana penjara selama-lamanya 15 tahun. (agw)