Setubuhi ABG Berkali-Kali, Masiswa Divonis 7 Tahun Penjara

Majelis Hakim memvonis 7 tahun penjara Kadek Agus Suarnata Putra alias Dek Kaduk. (foto : sar)

Beritababalionline.com – I Kadek Agus Suarnata Putra alias Dek Kaduk (23), yang masih berstatus mahasiswa harus menanggung resiko perbuatannya akibat menyetubuhi gadis 15 tahun. Selain menanggung malu, Dek Gus juga haru mendekam dalam penjara.

Dalam sidang, Selasa (2/7/2019) majelis hakim yang diketuai Ida Ayu Nyoman Adyana Dewi didampingi I Made Pasek dan IGN Partha Bargawa selaku hakim anggota memberi hukuman pidana penjara selama 7 tahun penjara dan denda 5 juta rupiah.

Dalam amar putusannya, Majelis Hakim menyatakan mahasiswa semester 7 di salah satu Universitas ternama di Denpasar ini terbukti melanggar Pasal 81 ayat (2) jo Pasal 81 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Mengadili, menyatakan terdakwa I Kadek Agus Suarnata Putra alias Dek Kaduk terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana, yaitu membujuk anak untuk melakukan persetubuhan dengannya, sesuai dakwaan kedua penuntut umum,” tegas Hakim Adyana Dewi saat membacakan amar putusannya.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 7 tahun, dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan sementara, dan denda sebesar Rp5 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayar maka diganti penjara selama 3 bulan,” tambah Hakim Adyana Dewi.

Sebelum membacakan amar putusannya, Hakim Adyana Dewi terlebih dahulu menyampaikan beberapa keadaan yang memberatkan dan meringankan. Keadaaan yang memberatkan, perbuatan terdakwa bertentang dengan moral, etika dan norma-norma hidup yang berlaku dalam masyarakat, dan perbuatan terdakwa merusak masa depan anak korban.

Sedangkan keadaan yang meringankan, terdakwa bersikap sopan selama persidangan, terdakwa masih berusia muda sehingga masih bisa memperbaiki diri, dan terdakwa adalah seseorang mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikannya.

BACA JUGA:  Kemenkumham Bali Usulkan 217 Napi Dapat Remisi Natal

“Terhadap putusan yang sudah diucapkan tadi, terdakwa masih punya hak untuk menerima atau menolak dengan mengajukan banding atau kalau belum menentukan sikap, silakan pikir-pikir selama 7 hari. Silakan konsultasi ke penasehat hukumnya,” saran Hakim Adyana Dewi.

Tak berselang lama, pihak terdakwa langsung menentukan sikapnya. “Setelah berdiskusi dengan terdakwa, kami menerima Yang Mulia,” kata Benny.

Senada dengan pihak terdakwa, Jaksa Purwanti yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 10 tahun dan denda Rp5 juta 3 bulan kurungan, menyatakan menerima putusan tersebut. “Menerima Yang Mulia,” kata Jaksa Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali ini.

Diberitakan sebelumnya, kasus yang menjerat terdakwa ini berawal pada 25 November 2018, kala itu terdakwa berkenalan dengan korban yang berinisial NLPKP yang masih duduk di bangku SMP Kelas 9 melalui media sosial Instagram. Di mana pada saat itu, korban dengan polosnya memberikan nomor WA kepada terdakwa.

“Sekitar beberapa menit kemudian melalui WA, pelaku mengungkapkan rasa cintanya terhadap anak korban dengan kata-kata, kamu mau gak jadi pacar aku, setelah itu anak korban menjawab dengan kata-kata, Iya saya mau jadi pacar kamu,” kata terdakwa, menirukan percakapan antara terdakwa dan korban.

Mulai saat itu terdakwa pun menjalin asmara dengan korban. Keduanya sering berkomunikasi melalui telepon. Pada 26 November ketika terdakwa jatuh dari motor, korban bersama temannya sempat menjengguk terdakwa di rumahnya yang beralamat di Jalan Raya Semer Gang Tunjung Mekar, Kerobokan, Kabupaten Badung.

Setelah pertemuan itu, korban yang sudah merasa jadi pacar meminta terdakwa untuk menikahinya dengan alasan tidak tahan hidup di rumah karena sering dimarahi ibu dan bapaknya galak. Permintaan korban itu dijawab terdakwa dengan janji akan menikahinya tiga tahun lagi.

BACA JUGA:  Curi Kartu Kredit untuk Belanja, Dua Pelaku Diamankan Petugas

Lalu, pada t27 November 2018, korban kembali mendatangi rumah terdakwa. Setiba di rumah, terdakwa pun langsung mengajak korban bersetubuh. Korban yang sudah dijanjikan akan dinikahin pun hanya bisa menurut dengan permintaan terdakwa.

Setelah itu, terdakwa pun semakin sering mengajak korban untuk berhubungan badan. Bahkan terdakwa berani menjemput korban di rumahnya demi memuaskan nafsu bejatnya.

“Bahwa terdakwa tidak menghentikan perbuatannya terhadap anak korban meskipun terdakwa sudah diperingantkan oleh ayah anak korban agar tidak berpacaran dengan anaknya yang masih sekolah kelas sembilan,” terang jaksa Kejati Bali itu.

Tak hanya itu, ayah anak korban juga berpesan kepada terdakwa kalau ada apa-apa dengan anak korban tolong hubungi dirinya. Namun terdakwa tidak mempedulikan peringatan dan pesan ayah anak korban tersebut.

Terakhir terdakwa melakukan perbuatan bejatnya pada 17 Desember 2018 hingga akhirnya orang tua korba membawa kasus ini ke ranah hukum. (sar)