REI Bali Tawarkan Cicilan Rumah Tak Semahal Biaya Kos

Suasana pembukaan REI Bali Expo bertajuk “Rumah Baru dari REI Buat Kamu” di Level 21 Mall.(foto: ist)

Beritabalionline.com Р Masyarakat disodorkan berbagai klasifikasi rumah dengan range harga Rp158 juta hingga Rp3 miliar dalam REI Bali Expo 2019. Sebanyak 7.000 unit rumah baru ditawarkan pada kegiatan yang diinisiasi Dewan Pengurus Daerah Real Estate Indonesia (DPD REI) Bali tersebut. Dari jumlah itu, 5.000 unit rumah bersubsidi (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan/FLPP), dan 2.000 rumah non-subsidi.

Selain harganya yang rasionable, calon konsumen juga dijanjikan berbagai fasilitas serta kemudahan untuk memiliki hunian idaman. Beberapa diantaranya uang muka mulai 1%, diskon biaya provisi dan administrasi hingga 50%, bonus pagar, kanopi, batu sikat, TV LED dan AC, serta one day pre-approval. Bahkan tak kalah penting, REI Bali juga menjanjikan cicilan yang besarannya tidak semahal biaya kos.

Ketua DPD REI Bali, Pande Agus Permana Widura kepada wartawan mengakui, pihaknya ingin membantu pemerintah dalam penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat. Salah satu langkahnya yaitu membantu kepemilikan rumah, khususnya bagi ‘end user’.

“Jadi memang sekarang kan kos-kosan ini sudah banyak sekali, sudah menjamur sekali. Bahkan saya kemarin ngecek ada harga sampai Rp3,5 juta hingga Rp4 juta. Nah saya melihat disini sebenarnya suatu potensial, dimana ketika terutama generasi muda, generasi milenial ini bisa melakukan investasi dalam bentuk rumah,” ungkapnya disela-sela pembukaan REI Bali Expo bertajuk “Rumah Baru dari REI Buat Kamu” di Level 21 Mall, Senin (1/7/2019).

“Jadi daripada mereka kos-kosan yang akhirnya nanti dimasa kos-kosannya itu mereka tidak ada nilai investasinya, akan lebih baik jika mereka bisa membeli rumah dengan harga kos-kosan tersebut. Artinya dengan cicilan perbulan daripada kos-kosan tersebut,” lanjutnya.

Ia tak memungkiri, akses perbankan menjadi kendala generasi milenial untuk memiliki rumah. Oleh karenanya, REI Bali akan mendampingi proses kepemilikan rumah hingga disetujui perbankan. Dikatakan, dalam event yang berlangsung sepekan (1 – 7 Juli 2019) tersebut, pihaknya menggandeng 3 bank. Tiga bank itu meliputi, Bank Mandiri, Bank Tabungan Negara (BTN), dan BPR Lestari.

BACA JUGA:  Dampak Pademi, Pendapatan PDAM Gianyar Menurun

“Karena memang ketika membeli rumah itu tidak semudah daripada membeli motor. Tetapi saya rasa ketika kita pelajari akan sama mudahnya. Jadi kami sekarang memang sistemnya lebih menjemput bola. Artinya kalau dulu pengembang itu mungkin hanya menjual, habis itu end user yang akan mengurus di perbankan sendiri, kalau sekarang tidak. Kami sendiri yang akan langsung, pengembang sendiri akan mengantarkan end user sampai ke perbankan, sampai disetujui. Kalaupun satu bank tidak disetujui, kemungkinan diantarkan ke bank lain itu masih ada,” tukasnya.

Ketua Panitia REI Bali Expo 2019, Gde Semadi Putra pada kesempatan yang sama menargetkan, omzet dalam event ini diangka Rp200 miliar. Dari angka itu, rumah subsidi mengambil porsi Rp30 miliar, dan non-subsidi sebesar Rp170 miliar. Penjualan unit dipatok dikisaran 500 hunian subsidi, dan 200 rumah non-subsidi.

Ia membeberkan, rumah yang ditawarkan dalam REI Bali Expo 2019 berada di 9 kabupaten/kota. Khusus rumah FLPP tersebar di lima wilayah, meliputi Kabupaten Tabanan, Jembrana, Buleleng, Karangasem, dan Klungkung.

“Jadi yang kita tawarkan tentu kalau yang tertarik membeli rumah subsidi paling dekat itu di Tabanan, angsuran bulanan itu sekitar Rp1,1 perbulan, lebih murah daripada kos,” pungkasnya.(yza)