Polisi Tetapkan Tiga Orang Tersangka Kasus Penganiayaan Guru Sekolah Harapan Bunda

Ketiga tersangka digelandang petugas di Mapolresta Denpasar. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penyerangan Sekolah Harapan Bunda (SHR) di Jalan Uluwatu I gang Cempaka No. 3, Kelurahan Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung beberapa waktu lalu.

“Tiga orang yang ditetapkan tersangka masing-masing Wayan Wirthana alias Kelewang (47), I Kadek Murdika alias Cuplis (30) dan I Ketut Suryantha alias Lembok (38),” terang Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan saat ekspose di Mapolresta, Senin (1/7/2019).

Selain ketiga tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa pecahan dua batang kayu balok dan tiga buah kursi yang digunakan melakukan penyerangan hingga membuat guru Sekolah Harapan Bunda, Jeanne Selvya Damorita Rotes (52), Benjamin Pesireron (20) dan Jeremis Lukas Molina alias Abu (30) mengalami sejumlah luka.

Sebelum aksi penyerangan disertai penganiayaan, para tersangka bersama sejumlah warga berkumpul di depan pagar sekolah, Selasa (25/6/2019) sekitar pukul 20.30 Wita. Tersangka Wayan Wirthana lalu masuk ke halaman sekolah dan menghampiri Benjamin Pesireron dan Jeremis Lukas Molina.

Wirthana kemudian menyuruh Lukas Molina keluar menemui massa yang sudah berkumpul di luar pintu, karena Molina tidak mau, beberapa orang yang semula di luar ikut masuk mengerumuni Benjamin Pesireron dan Lukas Molina.

Di tengah percakapan, tiba-tiba Wirthana menuduh Benjamin dan Lukas Molina membawa senjata tajam. Meski tidak menemukan senjata, Kadek Murdika tetap memukul pipi kiri Benjamin. Melihat itu, Wirthana juga ikut memukul pipi Lukas Molina. Massa yang berada di TKP juga ikut.-ikut menganiaya Benjamin.

Disaat suasana tegang, Jeanne datang ke sekolah. Namun baru tiba di depan sekolah, Kadek Murdika, Wayan Wirthana serta sebagian massa langsung menghadangnya. Massa sempat bertanya perihal pelarangan warga termasuk pemilik tanah masuk ke sekolah kepada Jeanne.

BACA JUGA:  Misteri Surat Wasiat Sutarsa Terungkap, Diduga Habisi Suarningsih Sebelum Ditemukan Tewas

“Karena Jeanne diketahui merekam percakapan tersebut dengan handphone, tersangka Kadek Murdika berusaha merebut handphone dari tangan Jeanne namun berhasil dihalang-halangi anggota kepolisian yang saat itu datang ke TKP,” kata Kapolresta.

Suasana kian memanas ketika Kadek Murdika terus berusaha merebut handphone dan mengejar Jeanne hingga masuk ke dalam gedung sekolah. Massa merangsek masuk ke halaman sekolah. Disana ketiga tersangka kemudian memukul kepala dan menendang kaki Jeanne hingga korban terjatuh.

“Ketiga tersangka dikenakan pasal 170 KUHP subsider pasal 351 KUHP jo pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara,” kata Kapolresta Denpasar. (agw)