Kontras Sebut Polisi Lakukan 643 Tindak Kekerasan dalam Setahun Terakhir

KontraS soroti 643 kasus kekerasan oleh Polri (foto : Antara)

Beritabalionline.com – Komisi untuk orang hilang dan korban tindak kekerasan (KontraS) memberi catatan kepada Polri di HUT ke-73 Bhayangkara. Setidaknya, ada 643 peristiwa kekerasan yang dilakukan oleh anggota kepolisian selama periode Juni 2018 hingga Mei 2019.

Korban paling dominan dari 643 peristiwa kekerasan tersebut adalah 33 aktivis, 173 warga sipil, 388 kriminal, 13 jurnalis dan 40 mahasiswa.

Koordinator Kontras Yati Andriyani mengatakan, dari 643 itu, polisi melakukan kekerasan dari tingkat Polsek hingga Polda dengan beragam tindakan seperti penyiksaan, penganiayaan, penangkapan sewenang-wenang yang membuat korban luka hingga tewas.

Kemudian, kata Yati, Kontras menyoroti penggunaan kewenangan dan diskresi oleh anggota Polri dengan menggunakan kekerasan dalam penanganan kasus atau penegakan hukum. Serta Kontras mencatat adanya pengawasan yang lemah oleh pihak internal maupun eksternal kepolisian.

“Polri dihadapkan pada situasi paradox of institusional position. Aparat polisi bisa memberikan ruang yang besar untuk menjaga keamanan, namun sifat dari keistimewaan ini kerap membuat unsur kewenangan dan kekuasaan diterjemahkan sepihak dan disalahgunakan, sehingga menghasilkan pelanggaran HAM,” tutur Yati di kantornya, kawasan Senen, Jakarta Pusat, Senin (1/7/2019), dilansir merdeka.com.

Menurutnya, salah satu penyebab tindakan kekerasan karena penyalahgunaan kewenangan diskresi oleh aparat. Dia memandang, kewenangan diskresi sering digunakan polisi untuk menindak pelaku pelanggaran hukum berdasarkan penilaian pribadi yang berujung pada kekerasan.

“Berkenaan dengan kesewenangan tersebut, praktik yang terjadi di lapangan tidak terukur dan sewenang-wenang, bahkan menimbulkan korban jiwa,” kata Yati. (itn)

BACA JUGA:  Kasus Positif COVID-19 di Indonesia Bertambah 387, Total Capai 14.032