Kalaksa BPBD Bali Prihatin atas Kondisi Rumah Warga di Lereng Gunung Agung

Kalaksa BPBD Bali, Made Rentin melakukan kunjungan ke Desa Ban, Kecamatan Kubu, Karangasem. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, Made Rentin melakukan kunjungan lapangan sekaligus sebagai langkah verifikasi terhadap kondisi rumah masyarakat di lereng Gunung Agung, Kabupaten Karangasem, Minggu (30/6/2019) siang.

Kunjungan ini dilakukan berkaitan erat dengan pemantauan kondisi masyarakat yang bermukim di 28 desa lingkar gunung, sehubungan wilayah tersebut terus-menerus diguncang gempa dan aktivitas vulkanik Gunung Agung lainnya.

Seperti diketahui, aktivitas vulkanik gunung setinggi 3.142 meter di atas permukaan laut itu, sejak September 2017 hingga sekarang mengalami peningkatan, ditanda dengan puluhan kali erupsi yang dibarengi dengan tebaran pasir dan hujan abu ke beberapa daerah di Bumi Dewata, bahkan beberapa di antaranya ada yang sampai ke wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB)

Dalam kunjungan tersebut Kalaksa BPBD Bali didampingi Kabid RR BPBD Provinsi Bali, Ka UPTD Pengendalian Bencana Daerah BPBD Provinsi Bali, relawan Pasebaya Agung, personel RAPI dan Orari.

Kunjungan dilakukan ke rumah Jero Mangku Bon yang merupakan salah satu pengglisir yang tinggal di lereng Gunung Agung, tepatnya di Dusun Pucang Desa, Desa Ban, Kecamatan Kubu, Karangasem. Kedatangan Kalaksa BPBD Bali diterima langsung oleh Jero Mangku Bon yang didampingi Babinkantibmas dan Prebekel Ban.

Melihat kondisi tempat tinggal warga di sekitar itu, Kalaksa BPBD Bali menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi rumah masyarakat di releng Gunung Agung yang banyak mengalami kerusakan, terutama
akibat guncangan gempa yang terjadi di daerah NTB tahun 2018 lalu.

Sehubungan dengan itu, ia mengimbau kepada perangakat desa terbawah, seperti Kadus dan Kades untuk membuat proposal guna memohon bantuan hibah dana ke BPBD Provinsi Bali secepatnya. “Ya paling lambat tiga hari sejak sekarang. Mengingat tempat tinggal merupakan prioritas utama,” ujarnya, mengingatkan.

BACA JUGA:  Pasien Sembuh Covid-19 di Denpasar Bertambah 8 Orang, Positif 9

Tidak lupa dalam kesempatan tersebut Kalaksa BPBD Bali juga mengajak semua pihak dan masyarakat yang terdekat dari Gunung Agung untuk setiap saat waspada terhadap kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

“Semoga kita selalu diberikan keselamatan. Bencana boleh terjadi, namun kita berharap tidak ada korban yang ditimbulkan. Tugas BPBD adalah bagaimana mengedukasi masyarakat, agar kita semua mengenali bahaya
yang ditimbulkan serta menyiapkan langkah strategi untuk menghindari bencana,” ujar Made Rentin, menjelaskan.

Setelah mengunjungi tokoh penting di Dusun Pucang, Desa Ban, rombongan Kalaksa melanjukan kunjungan ke Posko TRC-IKB (Tim Reaksi Cepat-Informasi Komunikasi Bencana) RAPI di Desa Muncan, Kecamatan Rendang.

TRC-IKB terbetuk dan bahkan sudah menderikan Posko Pemantauan Gunung Agung, merupakan bagian dari relawan yang berada di tengah-tengah masyarakat, setelah sebelumnya terbentuk relawan Pasebaya Agung.

Kehadiran Kalaksa BPBD Bali untuk memotivasi, memberi semangat dan apresiasi atas keberadaan relawan yang sangat membantu tugas pemerintah dalam melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang kesiap-siagaan menghadapi bencana. *tra