Gara-Gara Cinta Segitiga, Siswi SMP di Gianyar Dianiaya Pelajar SMK

Ilustrasi penganiayaan.

Beritabalionline.com – Video viral berisi penganiayaan terhadap seorang perempuan di Bali ternyata dipicu rebutan pria. Unit Reskrim Polsek Sukawati sendiri telah mengamankan tiga orang pelaku, yaitu AG (17), DSK (16), dan VNA (17). Korbannya berinisial NKA (16) asal Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali.

Dikutip dari Liputan6.com, awalnya korban berpacaran dengan lelaki berinisial DA. Pria tersebut kemudian mendekati pelaku AG dan mengaku sudah tidak ada hubungan lagi dengan korban NKA.

Sehingga pelaku AG mau menerima si cowok sebagai pacarnya. Kemudian si korban mendatangi pelaku AG agar tidak pacaran dengan kekasihnya tersebut. Korban mengaku masih ada hubungan dengan pria itu.

Atas penyampaian korban tersebut, si pelaku tidak terima. Sehingga pelaku mencari korban ke rumahnya dan mengajak keluar rumah di wilayah Kemenuh untuk membicarakan permasalahan cinta segitiga mereka.

Namun setelah tiba di wilayah Kemenuh sudah ada 2 orang teman pelaku yang menunggu di sana. Kedua orang temannya tersebut memaksa korban meminta maaf kepada pelaku dan melakukan penganiayaan kepada korban.

Sementara itu, menurut informasi, kejadian tersebut terjadi di sebuah jalan kawasan Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, pada pukul 15.00, Rabu (26/6/2019), demikian dilansir merdeka.com.

Mencuatnya kasus penganiayaan itu disebabkan oleh sebuah rekaman video yang berdurasi 22 detik viral di media sosial. Tampak seorang remaja perempuan berambut pendek sebahu menyuruh remaja satunya lagi sujud di kakinya. Sambil sujud, korban yang belakangan diketahui NKA tersebut dipaksa mengakui kesalahannya.

Tampak dalam video viral tersebut, kondisi badan korban setengah basah dan didorong sampai jatuh ke aspal. Sedangkan pelaku diketahui berasal dari Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati. Namun belum diketahui secara pasti, menurut informasi juga pelakunya masih berstatus pelajar kelas XI di salah satu SMK di Sukawati. Sedangkan korban merupakan siswi yang baru saja lulus dari salah satu SMP swasta di Sukawati.

BACA JUGA:  Aniaya dan Rampas Hp Pengendara Motor, Dua Remaja Dibekuk Polisi

Saat ditemui di rumahnya, kakak korban Ni Wayan D (25) mengatakan adiknya mengalami trauma berat. Bahkan tidak enak makan dan mengurung diri di dalam kamar.

“Waktu kejadian dikatakan sempat ada orang sekitar melihat tapi dikira dikerjain oleh temannya seperti perayaan ulang tahun. Sehingga lewat begitu saja,” katanya, Jumat (28/6).

Kejadian itu pun bermula dari korban yang pamit untuk mengantar temannya keluar. Sejak pukul 10.00 sampai pukul 17.00 dikatakan belum pulang.

“Sejak pagi belum mau makan langsung keluar. Karena dia memang begitu orangnya, tidak enakan sama teman. Tapi waktu pulang saat matahari terbenam wajahnya sudah luka-luka. Temannya yang menjemputnya itu saya tidak tahu, biasanya dia cerita,” ungkap Ni Wayan D.

Sedangkan waktu korban pulang sekitar pukul 18.00 hanya diam saja, dan bajunya basah ditambah dengan bau air got. Karena korban juga mengalami sejumlah luka cakar pada bagian wajah, leher dan tangan kanan sehingga ia mengaku dianiaya. Sehingga keluarga korban memilih melapor ke Polsek Sukawati. Saat ini keluarga korban menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut pada pihak kepolisian.

“Mudah-mudahan pelaku dihukum setimpal dengan perbuatannya,” ujarnya.

Kanitreskrim Polsek Sukawati Bali Iptu IGN Jaya Winangun mengaku masih mendalami kasus itu. Pelaku yang sempat kabur hingga ke wilayah Bringkit akhirnya berhasil diamankan.

“Masih kita melakukan penyelidikan. Terduga pelaku masih sedang diperiksa. Jelasnya kita akan rilis,” imbuhnya. (itn)