Diduga Depresi Karena Dimutasi, Lurah Padangsambian Nekat Gantung Diri

Jenazah korban saat berada di RSUD Wangaya Denpasar. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Lurah Padangsambian, Denpasar Barat bernama I Wayan Sudiawan (50) meninggal dunia setelah gantung diri dirumahnya di Jalan Cokroaminoto gang Sari nomor 1, Banjar Sedana Merta, Ubung, Denpasar.

“Saat pertama kali ditemukan denyut nadi korban masih ada getaran. Korban kemudian meninggal setelah beberapa saat menjalani perawatan di RSUD Wangaya Denpasar,” terang Kapolsek Denpasar Barat AKP Johannes Nainggolan di Mapolsek Denpasar Barat, Kamis (27/6/2019).

Dugaan sementara, korban nekat mengakhiri hidup lantaran depresi dengan penyakit yang dideritanya. Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban dikatakan memiliki penyakit jantung, darah putih naik dan depresi.

Namun informasi diperoleh, korban diduga depresi lantaran dipindah dari Dinas Catatan Sipil Kota Denpasar menjadi Lurah Padangsambian.

Tetangga korban bernama Ni Kadek Asrini (54) menerangkan, sebelumnya, Kamis (27/6/2019) sekitar pukul 10.00 Wita, ada seorang laki-laki yang tidak dikenal mencari korban untuk mengurus surat-surat. Karena tidak bertemu, laki-laki tersebut lalu pergi.

Dengan dibantu saksi, keluarga korban yang merasa khawatir kemudian berusaha mencari keberadaan korban. Dikarenakan sering melihat korban sering ke tempat jemuran di belakang rumahnya setiap pagi, saksi kemudian menuju belakang rumah.

Benar saja, saksi melihat korban telah tergantung di kayu atap bangunan dengan menggunakan tali tambang plastik warna biru. Lantaran denyut nadi korban masih terasa, oleh pihak keluarga, korban dilarikan ke RSUD Wangaya Denpasar.

“Dari TKP ditemukan sebuah tangga yang terbuat dari kayu dengan tinggi dua meter bersender di tembok. Diduga tangga digunakan sebagai alat naik,” kata Kapolsek. (agw)

BACA JUGA:  Tahun 2017 dan 2018 Kasus Rabies di Bali "Zero"