Gianyar Tatap 3 Besar Porprov Bali

Pande Purwata

Beritabalionline.com – KONI Kabupaten Gianyar mulai memetakan cabor unggulan, yang sangat berpotensi meraih medali emas pada Porprov Bali XIV/2019, di Kabupaten Tabanan, pada September nanti. Pemetaan tersebut menjadi bagian strategi dan melihat perkembangan rival.

Hal itu termasuk kalkulasi internal KONI Gianyar, sejauhmana mewujudkan minimal 53 emas. Jumlah tersebut sama seperti raihan saat Porprov Bali di Gianyar 2017.

“Cabor andalan Gianyar sudah kami data dengan baik. Itu akan kami awasi terus perkembangannya hingga dua bulan menjelang Porprov 2019 di Tabanan nanti,” ucap Ketua Umum KONI Kabupaten Gianyar, Pande Purwata, Selasa (25/6).

Cabor yang jadi andalan Tabanan, yaitu kempo, silat, tarung derajat, judo, panjat tebing, binaraga, cricket, dansa, biliar dan bola basket. Sepakbola, kata Purwata, juga tetap diharapkan kembali meraih medali emas. Sebab sepakbola masih sangat bergengsi.

Selain itu, cabor senam yang absen tidak dipertandingkan di Porprov Gianyar. Di Porprov Tabanan cabor senam dipertandingkan. Purwata berharap senam dapat berkompetisi secara maksimal dan tidak menyerah begitu saja.

Juga cabor youngmoodo, yang sebelumnya eksebisi di Porprov Gianhar. Namun kini pertama kali dipertandingkan di Tabanan. Lalu cabor rugby, yang sebelumnya selalu tidak dipertandingkan, namun tahun ini dipertandingkan resmi.

“Cabor yang kami sebutkan itu proyeksi meraih emas,” tegas Pande Purwata.  Sementata itu cabor lainnya menyesuikan dengan progres prestasi terbaiknya. Meski tidak disebutkan semua cabor yang diikuti, kejutan berupa prestasi tetap diharapkan. Karena bagaimanapun juga, kata Purwata, Gianyar akan mendapat persaingan yang ketat.

“Kami akan head to head dengan Buleleng. Tapi jangan meremehkan tuan rumah Tabanan. Mereka selalu aktif menggenjot atletnya. Apalagi status tuan rumah Porprov biasanya bertengger di posisi tiga besar,” terang Pande Purwata.

BACA JUGA:  Ribuan Peserta Ikuti BBMVER 2020 yang Digelar Polda Bali

Menurutnya, untuk papan atas biasanya empat daerah selalu bersaing, yakni Badung, Denpasar, Gianyar, atau Buleleng. Pososi tiga besar selalu saling geser, antara Gianyar dan Buleleng. Selalu bolak balik saling salip.(arz)