Pencairan Dana Bedah Rumah BKK Badung Gabeng

Salah satu bedah rumah di Pupuan mandek karena anggaran swadaya habis dan akan dilanjutkan saat dana bedah rumah BKK Badung cair.(foto: ist)

Beritabalionline.com – Program bedah rumah yang didanai Bantuan Keuangan Khusus (BKK) hingga kini belum ada kejelasan pencairannya. Sementara beberapa warga penerima bedah rumah seperti di Pupuan sudah membangun lebih dahulu secara swadaya. Namun karena anggaran habis, pembanguan terpaksa berhenti menunggu dana BKK cair.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tabanan I Nyoman Gede Gunawan ketika dikonfirmasi permasalahan tersebut mengatakan, sebelumnya untuk penerima bedah rumah ada SK dari Badung selaku pemberi dana BKK dan dibuat peraturan Bupati untuk pencarian dananya. Dari data tersebut kemudian diverifikasi dan divalidasi bersama perbekel, akhirnya ada perubahan data.

Data baru tersebut kemudian kembali diajukan ke Bakeuda Tabanan. “Validasi dan verifikasi sudah selesai dan datanya sudah disetorkan ke Bakeuda termasuk permohonan pencariannya,” jelas Gunawan, Senin (24/6/2019).

Dikatakan, verifikasi dan validasi data tersebut sudah dilakukan Mei 2019. Sebelumnya, pihaknya melakukan rapat dengan perbekel untuk mengecek nama-nama para penerima bedah rumah sesuai dengan SK yang diterima dari Badung. Dari hasil; validasi dan verifikasi dilakukan perbaikan. Data penerima bedah rumah yang sudah diverifikasi dan divalidasi sudah disetorkan ke bakeuda. “Proses verifikasi dan validasi data penerima BKK berdasarkan rapat dengan perbekel setempat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bakeuda Tabanan I Dewa Ayu Sri Budiarti ketika dikonfirmasi terpisah menyebutkan kalau ada pergeseran anggaran dari SK Badung yang sebelumnya tertanggal 22 Maret menjadi 23 Maret. Setelah dilakukan validasi dan verifikasi data penerima sesuai dengan SK dari Badung terjadi perbuahan sehingga keluar lagi SK BKK dari Badung tertanggal 22 Mei. ”Karena ada perubahan data dan ada SK baru dari Badung, maka perlu ditindaklanjuti dengan peraturan bupati (Perbup) untuk bisa mencarikan dana BKK tersebut,” jelas Dewa Ayu Sri Budiarti.

BACA JUGA:  Pawai Budaya HUT Kota Gianyar ke-248, Esensi Sejati Seni Berbahan Ramah Lingkungan

Dijelaskan, setiap perubahan SK harus ditindaklanjuti dengan perbup untuk bisa mencairkan dana BKK Badung tersebut. Perbup sudah dibuat sejak Mei lalu dan kembali diajukan ke Gubernur untuk diverifikasi melalaui Bagian Hukum setda Tabanan. Namun sampai saat ini, hasil verifikasi belum turun.

“Kami masih menunggu hasil verifikasi Perbup. Begitu turun, dananya langsung bisa dicairkan karena dana BKK Badung sudah direkening Pemkab Tabanan,” jelasnya.

Akibat tertundanya pencairan dana bedah rumah BKK Badung, pembangbuan bedah rumah di kecamatan Pupuan akhirnya mandek. Pasalnya, anggaran swadaya yang tersedia telah habis . Banguan rumah yang dibedah sudah mencapai 60-70 persen. Warga penerima bedah rumah membangun terlebih dahulu tanpa menunggu dana cair, karena terlalu lama, meski akhirnya mandek karena kehabisan dana.

Sebelumnya Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta melakukan penyerahan secara simbolis kepada perwakilan penerima dari lima Kecamatan di Tabanan Selasa (19/3/2019) lalu. Jumlah warga di Tabanan yang menerima bantuan bedah rumah tahun 2019, sebanyak 300 orang dengan total anggaran Rp 15 MIlyar . Setiap warga penerima bedah rumah mendapatkan anggaran sebesar Rp 50 Juta. (yaw)