Diskominfos Bali: Tangkal Radikalisme dengan Bijak Bersosmed

Ida Bagus Ketut Agung Ludra dari Diskominfos Bali, salah satu narasumber. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Paham radikalisme dan anti terhadap Pancasila akhir-akhir ini menjadi ancaman terbesar bagi keutuhan berbangsa dan bernegara dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pemahaman yang sempit terhadap suatu keyakinan, ideologi maupun fanatisme yang berlebihan terhadap suatu kelompok menjadi cikal bakal tumbuhnya radikalisme.

Di tengah perkembangan teknologi informasi yang sedemikian masif dan tanpa batas, paham radikalisme dan anti terhadap Pancasila seperti mendapat wadah dan sarana untuk berkembang semakin besar serta memperoleh pengikut yang semakin banyak.

Apabila tidak diantisipasi dengan cepat dan tepat, radikalisme dikhawatirkan akan berkembang semakin besar dalam wadah berbagai organisasi dan dapat mengganggu situasi kambtibmas. Untuk itu, tindakan antisipasi untuk menghambat perkembangan radikalisme saat ini tidak bisa lagi dilakukan dengan cara lama, tapi harus mengikuti perkembangan jaman termasuk perkembangan teknologi informasi.

Terkait dengan hal tersebut, Dinas Kominfos Provinsi Bali selaku pelaksana urusan komunikasi, informasi yang erat terkait dengan pemanfaatan teknologi informasi di daerah, turut diminta untuk hadir memberikan urun saran sebagai narasumber dalam acara ‘Pemeliharaan Peningkatan Kemampuan (harkatpuan) quick wins giat 1 Penertiban dan Penegakan Hukum bagi Organisasi Radikal dan Anti Pancasila’ oleh Direktorat Binmas Polda Bali, yang berlangsung di Hotel Oranjee, Denpasar, Kamis (20/6/2019).

Hadir mewakili Kadis Disksominfos, Ida Bagus Ketut Agung Ludra, membawakan materi dengan judul “Cakap Cerdas, Keatif dan Produktif, Bermedia Sosial Langkah Antisipasi Paham Radikalisme”. Di hadapan sekitar 200 anggota Binmas dari Polres se-Bali, Ida Bagus Ludra menyampaikan bahwa kemudahan dalam mengakses internet maupun bermedia sosial merupakan hal yang perlu diantisipasi dalam pencegahan radikalisme.

BACA JUGA:  Tahun 2020, Bupati Suwirta Ingatkan ASN Ikutan Tepis Tudingan Miring

“Media sosial yg bersifat borderless, cepat tersebar bisa menjadi pintu masuk berbagai paham termasuk paham radikal. Untuk itu dibutuhkan upaya mencerdaskan masyarakat pengguna media sosial sebagai langkah pencegahan, termasuk meningkatkan kapasitas para penegak hukum dalam menyikapi perubahan perilaku masyarakat akibat penggunaan media sosial. Makanya, mari menangkap radikalisme dengan bijak bermedsos,” ujar pria yang akrab dipanggil Ajik Ludra.

Sejalan dengan Diskominfos, Dirbinmas Polda Bali, Kombes Komang Suartana mengharapkan agar kegiatan Harkatpuan dapat memberikan tambahan pengetahuan bagi anggotanya, khususnya dalam menyikapi penggunaan media sosial di masyarakat.

“Dengan mampu mengantisipasi penyebaran paham radikal dan anti terhadap Pancasila melalui medsos, pencegahan dan penegakan hukum bisa dilakukan dengan maksimal. Sehingga ketertiban dan kedamaian di masyarakat sebagai tugas utama Dirbinmas Polda Bali terwujud dengan baik,” ujarnya. (tra)