Polresta Denpasar Kerahkan 600 Personel Amankan Lebaran

Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan saat beri keterangan pers. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Denpasar menerjunkan 600 personel atau hampir setengah dari jumlah personel Polresta untuk pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1440 H tahun 2019 yang akan berlangsung pekan depan.

“Personel yang kita kerahkan ada yang berpakaian preman dan dinas. Mereka akan melakukan patroli secara rutin untuk pengamanan Lebaran di Kota Denpasar dan Badung,” ucap Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan, Jumat (31/5/2019) di Mapolresta.

Sebanyak 600 petugas ini disebar ke seluruh titik pusat keramaian mulai dari pusat perbelanjaan hingga objek pariwisata. Selain itu, penjagaan keamanan juga dilakukan di seluruh tempat-tempat ibadah di wilayah Denpasar dan Badung.

Perwira tiga melati di pundak ini menambahkan, pihaknya juga mendirikan 3 pos pengamanan terpadu di Denpasar dan Badung yaitu di wilayah Ubung, Bandara Internasional Ngurah Rai dan Kuta.

“Kita juga terjunkan personel bersepeda. Mereka akan berpatroli di daerah Kuta dan Pantai Pandawa. Ini untuk mencegah aksi kriminalitas seperti jambret dan copet di kawasan pariwisata,” tegasnya.

Sebelumnya, Kapolresta bersama Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra serta steakholder lainnya memeriksa kendaraan yang akan digunakan mudik di Terminal Ubung Denpasar. Pemeriksaan tidak hanya difokuskan terhadap kelayakan dan kelengkapan surat kendaraan, namun juga kesehatan sopir bus.

“Kegiatan ini sebagai upaya mengantisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Kapolresta usai memimpin apel gelar pasukan kesiapan pengamanan Angkutan lebaran di UPT. Terminal Ubung, Denpasar, Rabu (29/5/2019).

Selain itu, awak bus juga diminta untuk selalu mempersiapkan dan memenuhi semua peralatan yang diperlukan selama menempuh perjalanan.

BACA JUGA:  Personel Kodim Klungkung Dites Urine, Ini Penjelasan Dandim

“Pastikan kendaraan layak jalan, ban, rem agar selalu dicek. Dan yang paling penting pengemudi tidak menggunakan obat-obatan terlarang yang bisa membahayakan selama dalam perjalanan,” ucap Kombes Ruddi. (agw)