Pemkab Tabanan Bentuk Kelompok Kerja untuk Pelestarian Ekosistem Danau Beratan

Pembentukan Kelompok Kerja Penyelamatan Danau Beratan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Danau Beratan. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Sebagai salah satu aset penting yang dimiliki Kabupaten Tabanan adalah Danau Beratan yang memiliki peran penting sebagai cadangan air di Bali serta merupakan daya tarik wisata alam.

Untuk menangani potensi pencemaran air dan kerusakan daerah tangkapan air di Danau Beratan, Pemkab Tabanan bekerja sama dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Unda Anyar, membentuk sebuah Kelompok Kerja Penyelamatan Danau Beratan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Danau Beratan.

Pembentukan kelompok ini dilakukan di Ruang Rapat D’Sant Resto Tabanan, Jumar (24/5/2019). Hadir dalam kesepatan tersebut Sekkab Tabanan I Gede Susila, Kepala Dinas Lingkungan Hidup I Made Subagia, perwakilan BPDASHL Prof. Kartini, Ketua Badan Pengelola Danau Beratan I Wayan Mustika, Camat Baturiti I Ketut Ridia, OPD terkait, dan Perbekel se-Kecamatan Baturiti.

Bupati Eka dalam sambutan tertulis dibacakan Gede Susila memberikan apresiasi  dan mengucapkan terimakasih  atas upaya yang dilaksanakan BPDASHL Unda Anyar untuk memprakarsai penyusunan rencana pengelolaan di Danau Beratan.

“Penyelamatan ekosistem danau memerlukan environmental mainstreaming, yaitu terintegrasinya upaya pengendalian dampak ke dalam kebijakan dan kegiatan berbagai sektor pembangunan serta kegiatan usaha. Pengintegrasian upaya ke dalam kebijakan dan program kegiatan ini, menjadi corrective action pada berbagai sektor terkait,” ungkapnya.

Menurut dia, penyelamatan ekosistem danau juga memerlukan upaya terpadu antar aspek, sehingga rumusan program penyelamatan danau harus strategis dan menjawab keterpaduan penanganan.

“Perlu keterlibatan semua pihak untuk menangani masalah yang terjadi di Danau Beratan, kita harus bekerja sama saling bahu membahu menjaga aset yang kita miliki ini,” imbuhnya.

Oleh karena itu, lanjut dia, peranserta dan sinergitas seluruh instansi terkait sangat diperlukan dalam pemulihan ekosistem Danau Beratan. “Melalui pertemuan ini saya harapkan dapat teridentifikasi sejauh mana perkembangan upaya dan hasil pemulihan ekosistem Danau Beratan serta rencana tindak lanjut kedepannya, sehingga pada akhirnya target yang ditetapkan tercapai dengan optimal menuju Tabanan yang SERASI (Sejahtera, Aman dan Berprestasi).” kata Bupati Eka.

BACA JUGA:  Delapan Fitur Baru WhatsApp akan Rilis Tahun 2019

Sementara Prof Kartini dalam kesempatan tersebut mengatakan, BPDASHL  merupakan sebuah lembaga yang memiliki kewajiban untuk menjaga ekosistem serta kelestarian lingkungan utamanya lingkungan sungai dan danau.

Menurutnya, aset Danau Beratan yang dimiliki Pemkab Tabanan memiliki peran yang sangat vital karena danau ini  merupakan destinasi wisata yang sudah menjadi ikonnya Bali.

“Kami memiliki kewajiban serta tugas penting untuk menjalankan misi ini dalam penyelamatan ekosistem lingkungan danau dan sungai. Mudah-mudahan kerja sama yang kita jalin akan membuahkan hasil maksimal ke depan,” harapnya. (tra)