Aksi Anarkis 22 Mei di Jakarta Tak Pengaruhi Pariwisata Bali

Wisatawan mancanegara di kawasan wisata Sanur, Denpasar, Bali. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Aksi 22 Mei di Jakarta berujung anarkis yang memprotes hasil rekapitulasi Pemilu 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak mempengaruhi kondisi pariwisata Pulau Dewata, kendati delapan negara telah mengeluarkan ‘travel advice’ yang berkunjung ke Indonesia.

Delapan negara tersebut adalah Kanada, Amerika Serikat, Inggris, Australia, Malaysia, Thailand, Singapura, dan Filipina.

“Travel advice itu kan untuk titik-titik tertentu di Jakarta, saya akan buat official statement dengan kondisi pariwisata Bali terkait dengan Aksi 22 Mei tersebut,” terang Kepala Dinas Pariwisata Bali, A.A Gede Yuniartha Putra saat dikonfirmasi awak media di Denpasar, Jumat (24/5/2019).

Yuniartha juga menegaskan, bahwa kondisi Bali sampai saat ini masih aman-aman saja dan tidak terpengaruh dengan kondisi aksi yang berujung anarkis di depan Gedung Bapilu, Jakarta, kawasan Tanah Abang, dan Petamburan, Jakarta Barat.

“Untuk keamanannya kita perlu berikan pada wisartawan supaya mereka paham dengan kondisi di Bali yang aman-aman saja. Jakarta saja yang ramai. Jadi, pengaruh travel advice hanya berdampak dengan pariwisata Pulau Dewata,” kata dia.

Sementara, untuk jumlah kunjungan wisatawan asing di Bali juga tetap tak ada penurunan. Hanya saja yang menurun adalah wisatwan domestik yang mencapai 11 hingga 12 persen.

“Kecuali kunjungan domestik yang turun karena tiketnya mahal,” demikian Yuniartha. (tra) 

BACA JUGA:  Sambut Lebaran 2019, Penukaran Uang Dibatasi Rp 4,4 Juta