Rai Mantra Dorong Upaya Penguatan Kebudayaan di Kota Denpasar

Rai Mantra saat tampil sebagai pembicara pada Seminar Nasional Dewan Kota Pusaka Kota Denpasar. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Pemkot Denpasar secara berkelanjutan terus berkomitmen dalam mendukung kemajuan kebudayaan. Hal ini diwujudkan melalui beragam kegiatan dan berbagai inovasi.

Melalui Dinas Kebudayaan Kota Denpasar bekerjasama dengan Dewan Kota Pusaka Kota Denpasar, kembali menggelar Seminar Nasional Dewan Kota Pusaka Indonesia yang dibuka Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharawjaya Mantra ditandai dengan pemukulan gong di Hotel Grand Santhi, Denpasar, Rabu (22/5/2019).

Seminar sehari ini menampilkan enam narasumber. Yakni, Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra sebagai keynote speaker dengan makalah berjudul “Mengembangkan Jaringan Kota Budaya, Kota Pusaka dan Dewan Kebudayaan Denpasar  Berskala Lokal, Nasional dan Internasional, yang Menginspirasi, Memajukan  dan Mengintegrasi secara Berkelanjutan”.

Sedangkan narasumber lainya, menampilkan Perwakilan Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Budayawan I Wayan Griya, Aditia Gunawan yang membedah secara khusus Makna Sewaka Dharma, I Dewa Gede Windu Sancaya dan I Wayan Muliarsa.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar, Bendesa se-Kota Denpasar, serta seluruh steakholder kebudayaan.

Dalam materinya Rai Mantra menekankan bahwa sesuai dengan amanat UU Nomor 5 Tahun 2017 menginspirasi seluruh jajaran untuk merespon secara kreatif. Hal ini diwujudkan dengan langkah strategis  dalam wujud transformasi Kota Denpasar berwawasan budaya menjadi Kota Budaya. Sehingga mampu membangkitkan Dewan Kebudayaan sebagai lembaga pemajuan kebudayaan di Kota Denpasar.

“Kota Denpasar sangat mendukung pemajuan kebudayaan, hal ini dikarenakan budaya merupakan penuntun mulai dari sikap, filsafat, etika, dan peruatan fisik maupun non fisik,” ujar Rai Mantra.

Lebih lanjut dijelaskan, pembangunan dan penguatan kebudayaan hendaknya dilaksanakan oleh seluruh steakholder termasuk seluruh OPD di lingkungan Pemkot Denpasar. Kendati demikian, hal penting yang harus diperhatikan adalah kekuatan kebudayaan itu sendiri.

BACA JUGA:  Suami Ratu Elizabeth II, Pangeran Philip Alami Kecelakaan

“Semua pihak termasuk selurruh OPD wajib ikut serta dalam merancang program penguatan kebudayaan,” kata Rai Mantra.

Pihaknya mengatakan bahwa bahwa seminar ini merupakan salah satu program strategis. Mengingat saat ini kreatifitas dalam kebudayaan telah memberikan kemanfaatan maksimal bagi kesejahteraan masyarakat. Hal ini dapat diukur dengan peningkatan IPM dan IKM.

“Denpasar saat ini tengah menyelaraskan berbagai program pemajuan dan pembangunan kebudayaan. Karana itu, Denpasar telah menjai contoh skala nasional,” demikian Rai Mantra. (tra)