Tanggapi Bantahan Ismaya Ambil Tempelan Sabu, Kapolresta: Itu Hak Dia

Kombes Pol. Ruddi Setiawan menunjukkan barang bukti. (foto : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Ketut Putra Ismaya Jaya alias Ketut Ismaya (43) berkelit dan membantah mengambil tempelan sabu saat ditangkap Sat Resnarkoba Polresta Denpasar dan Satgas CTOC Polda Bali di depan Kantor Pos di Jalan Seroja, Denpasar Utara.

“Saya tidak mau mengakui karena barang bukti itu bukan milik saya. Ndak ada saya menyentuh barang bukti. Tes urine saya juga negatif,” kata Mantan Sekjen Ormas Laskar Bali ini saat digelandang petugas menuju sel Mapolresta Denpasar, Selasa (21/5/2019).

Ismaya mengaku saat akan ditangkap oleh petugas, Rabu (15/5/2019) sekitar pukul 04.00 Wita ia berusaha kabur karena sempat melihat beberapa orang berbaju hitam membawa besi mengejarnya.

“Saya kan sudah keluar dari organisasi saya Laskar Bali, jadi takut nyawa saya terancam. Ketika melihat tiga orang membawa besi, saya berlari sekitar 100 meter sebelum ada tembakan peringatan,” ucapnya.

Calon anggota DPD RI yang gagal lolos ke Senayan ini juga mengaku pergi ke ATM hendak mengambil uang Rp500 ribu. Uang tersebut dikatakan untuk membeli susu anaknya.

“Saya ngambil uang di ATM Rp500 ribu untuk beli susu anak dan belanja sembako, karena persedian sembako di rumah habis,” ucapnya.

Ketut Ismaya digiring menuju sel Polresta Denpasar. (foto : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Meski Ismaya bersikukuh mengatakan tidak pernah menyentuh barang bukti, Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan menegaskan tidak membutuhkan pengakuan dari tersangka.

“Silahkan tersangka mengelak, mau mengatakan apa juga itu haknya, tapi kita sudah punya bukti dan saksi-saksi untuk kasus ini,” kata Kapolresta saat ekspose kasus penangkapan Ismaya.

Kombes Ruddi menerangkan, pengungkapan bermula dari adanya informasi dari masyarakat jika di Jalan Seroja (depan Kantor Pos) Denpasar Utara sering digunakan untuk transaksi narkoba. Sepekan melakukan penyelidikan, Rabu (15/5/2019) sekitar pukul 04.00 Wita, petugas melihat dua orang berboncengan sepeda motor masuk ke halaman Kantor Pos.

BACA JUGA:  Teller Bank Korban Pembunuhan Disebut Jarang Keluar Rumah

Seorang laki-laki yang dibonceng terlihat turun dan masuk ke dalam mesin ATM Mandiri yang ada di areal Kantor Pos, sedangkan yang membonceng berada di atas sepeda motor dengan kondisi mesin masih hidup. Tak lama kemudian laki-laki tersebut berjalan menuju plang ATM Mandiri yang berjarak sekitar 10 meter.

“Setelah itu dia mengambil sesuatu di bawah plang ATM dan membawanya berjalan ke arah sepeda motor. Anggota yang berada di sekitar lokasi langsung bergerak hendak melakukan penangkapan. Tapi orang itu lari sambil membuang sesuatu ke jalan dari genggaman tangan kanannya,” jelas Kapolresta.

Kombes Ruddi menerangkan, di sana baru diketahui bahwa orang yang ditangkap adalah Ketut Ismaya, mantan Sekjen Ormas Laskas Bali. Terkait orang yang memboceng Ismaya menggunakan sepeda motor, Kapolresta menjelaskan orang tersebut dilepas karena mengaku tidak tahu jika Ismaya akan mengambil paket sabu. (agw)