BPOM Temukan 170 Ribu Makanan Rusak dan Kedaluwarsa Senilai Rp3,4 Miliar

Sidak BPOM Selama Ramadan 2019. (foto : Merdeka.com)

Beritabalionline.com – Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) melakukan pengawasan pangan secara intensif jelang Hari Raya Idul Fitri atau selama bulan Suci Ramadan. Pengawasan sudah mulai dilakukan oleh BPOM sejak 22 April 2019 hingga 7 Juni 2019 melalui 33 Balai Besar/Balai POM dan 40 Kantor Badan POM di seluruh Indonesia.

Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap 1.834 sarana ritel dan distribusi pangan yang terdiri dari 1.553 sarana ritel dan 281 sarana gudang distributor/importir, pada 10 Mei 2019 (Tahap III).

“Hasil pemeriksaan menemukan 170.119 kemasan produk pangan rusak, kedaluwarsa dan ilegal atau Tidak Memenuhi Ketentuan (TMK) dari 796 sarana distribusi dengan total nilai keekonomian mencapai lebih dari Rp3,4 miliar,” kata Penny di Kantor BPOM, Jakarta Pusat, Senin (20/5/2019).

Penny menuturkan, pengawasan ini difokuskan pada pangan olahan Tanpa Izin Edar (TIE)/ilegal, kedaluwarsa dan rusak serta pangan jajanan berbuka puasa (takjil) yang kemungkinan mengandung bahan berbahaya seperti formalin, boraks dan pewarna dilarang (rhodamin B dan methanylyellow).

Jika dibandingkan dengan data intensitikasi pangan tahun 2018, terjadi peningkatan jumlah temuan dan besaran nilai keekonomian temuan. Pada Tahap III tahun 2018, pemeriksaan dilakukan terhadap 1.726 sarana ritel atau distributor pangan. Jumlah total temuan produk pangan TMK sebanyak 110.555 kemasan dari 591 sarana distribusi dengan total nilai keekonomian lebih dari Rp2,2 miliar.

“Peningkatan jumlah dan nilai keekonomian temuan tersebut merupakan hasil dari semakin meluasnya cakupan pengawasan intensitikasi pangan hingga ke Kabupaten dan Kota,” jelasnya. (itn)

BACA JUGA:  Serah Terima Jabatan MenPAN-RB, Asman yakin Syafruddin Mampu