Jokowi Sebut, Kemenangan Telak di Bali Sebuah Angka yang Sangat Tinggi

Capres-Cawapres nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf Amin. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Hasil rekapitulasi suara Pemilu 2019 tingkat nasional menyebutkan, Capres-Cawapres nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) dan  Ma’ruf Amin unggul telak dari pasangan Capres-Cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Provinsi Bali.  Jokowi-Ma’ruf Amin meraih 2.351.057 suara, sedangkan Prabowo-Sandiaga Uno hanya kebagian 213.415 suara.

Atas perolehan suara tersebut, Jokowi mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Pulau Dewata. “kita mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas dipilihnya saya dan Bapak Ma’ruf Amin oleh masyarakat Bali,” katanya, saat mengunjungi Pasar Badung, di Kota Denpasar, Sabtu (18/5/2019).

Menurut Jokowi, kemenangan dirinya di Provinsi Bali dengan angka tersebut sangat tinggi. “Ini sebuah angka yang sangat tinggi dan saya kira ini tertinggi di seluruh provinsi yang ada di Indonesia,” ucapnya.

Menyinggung sikap calon Presiden Nomor Urut 02, Prabowo Subianto yang menolak hasil penghitungan Pemilihan Presiden 2019 oleh KPU karena menilai ada kecurangan, Jokowi tidak mempersoalkannya.

“Iya tidak apa-apa itu kan hak. Tetapi bahwa proses pemilu semuanya diselenggarakan oleh KPU nanti dilihat KPU keputusannya seperti apa,” kata mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Menurut Jokowi yang juga mantan Wali Kota Solo, pihaknya akan mengikuti segala proses yang ada di KPU karena sudah ada mekanismenya.

“Kita ikutilah, kita memiliki konsitusi ada Undang-undang Pemilu, ada mekanisme kalau ada kecurangan, semuanya komplet kok konstitusi kita jelas sekali,” tandasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menolak hasil penghitungan suara Pilpres 2019 yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Ia menilai Pilpres 2019 diwarnai kecurangan. Prabowo tak akan menerima hasil suara yang dimanipulasi.

BACA JUGA:  Kantor Majelis Desa Adat Provinsi Bali Segera Dibangun

“Sikap saya adalah saya akan menolak hasil penghitungan yang curang, kamu tidak bisa menerima ketidakadilan, ketidakbenaran dan ketidakjujuran,” kata Prabowo saat mengungkap fakta-fakta kecurangan pilpres di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Mantan Danjen Kopassus itu masih berharap kepada KPU memperjuangkan kebenaran.

“Kau yang harus memutuskan, kau yang harus memilih, menegakkan kebenaran dan keadilan demi keselamatan bangsa dan rakyat Indonesia atau meneruskan kebohongan ketidakadilan, berarti kau mengizinkan penjajahan terhadap rakyat Indonesia,” demikian Prabowo. (tra)