Gianyar Dinilai sebagai Calon Penerima Anugrah Kebudayaan 2019

Kadis Kebudayaan Kabupaten Gianyar I Ketut Mudana SH, MBA didampingi Kabid Kesenian dan Tenaga Kebudayaan, I Nyoman Jagra. S.S.Kar. serta Kasi Tenaga Kebudayaan I Wayan Sila SS. saat presentasi pemaparan sebagai calon penerima Anugerah Kebudayaan dan Maestro Seni Tradisi katagori Pemerintah Daerah tahun 2019.(foto: yesi).

Beritabalionline.com Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan tim yang dibentuk menilai Kabupaten Gianyar layak dan patut menerima penghargaan sebagai penerima Anugerah Kebudayaan 2019 atas potensi kebijakan pelestarian dan pengembangan serta partisipasi masyarakat.

Kepala Dinas  Kebudayaan Kabupaten  Gianyar, I Ketut Mudana,SH.MBA mengatakan sebagai calon penerima penghargaan tersebut, kini Gianyar telah dinilai dari tim penilai Anugrah Kebudayaan kategori Pemerintah Daerah. Tim penilai itu terdiri dari berbagai elemen seperti, pakar otonomi daerah Ryass Rasyid,  Siti Zuhro, Susanto Zuhdi, Alfan Zuhdi (akademisi), dan Nunus Suparti ( budayawan).

Di depan tim penilai ini yang berlangsung  di Ruang Rapat Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya Gedung E, lantai 10 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Rabu (15/5), Mudana memapaparkan bagaimana peranan Pemerintah Kabupaten Gianyar dalam memajukan dan mengembangkan kebudayaan di Gianyar.  Berdasarkan latar belakang pada zaman Bali Kuno (X- XII), Gianyar pernah menjadi pusat kerajaan dan pusat peradaban Bali (Bukit Kutri-Blahbatuh). Pada zaman Bali klasik (XII- XVIII), Kebudayaan Gianyar tumbuh subur. Sedangkan pada zaman Bali modern (XIX- sekarang) Gianyar menjadi pusat kreativitas seni dan kerajinan, dan sejak tahun 1930 –an Gianyar tumbuh menjadi salah satu daerah tujuan wisata utama di Bali.

Pada kesempatan itu juga dipaparkan, Pemkab Gianyar juga sangat menjaga berbagai peninggalan sejarah yang ada di wilayahnya. Berbagai situs kebudayaan yang tersebar di seluruh kecamatan di Gianyar masih terjaga dengan baik. Seperti DAS Pakerisan dan Petanu terdapat situs Pura Cangi, Pura Gaduh, Pura Kutri, Gunung Kawi, Goa Gajah dan lain-lainnya.

Tidak hanya itu, seni pertunjukan juga sangat terkenal di Gianyar. Saat ini, menurut Mudana, telah tercatat ada sekitar 3.441 sekaa dan sanggar seni pertunjukan yang aktif. Untuk menjaga dan mengembangkan seni budayanya, Pemkab Gianyar, menurut  Mudana sejak zaman swapraja hingga sekarang telah berkomitmen untuk melindungi berbagai bentuk warisan budaya daerah (tangible dan intangible), juga berkomitmen memperkuat eksistensi kantong-kantong seni budaya yang ada di wilayahnya.

BACA JUGA:  Apel HUT Pemprov Bali di Gianyar, Bupati Serahkan Bantuan Mobil Ambulans

“Pemkab juga berkomitmen mendorong kreativitas para seniman dan mendukung dengan cara memberi penghargaan kepada tokoh-tokoh seni dan budaya yang berjasa mengembangkan seni dan budaya di Gianyar,” jelas Ketut Mudana saat dihubungi Kamis (16/5/2019).

Seni dan budaya masih terjaga dan berkembang dengan baik di Kabupaten Gianyar tidak hanya berkat campur tangan pemerintah saja, namun juga andil besar dari masyarakatnya.  

Sebagai daerah basis budaya di pulau dewata, Kabupaten Gianyar telah memiliki sederet prestasi di tingkat dunia di bidang kebudayaan. Identitas citra dan reputasi Gianyar sebagai bumi seni, kota pusaka dan kota kerajinan telah diakui masyarakat dunia. (yes)