Gubernur Koster: Bali Segera Miliki Kereta Api Ramah Lingkungan, Jalur Bandara-Mengwitani-Singaraja Dibangun 2020

Gubernur Bali I Wayan Koster
Gubernur Bali I Wayan Koster. Foto: Antara

Beritabalionline.com – Bali akan segera memiliki jaringan kereta api yang menghubungan berbagai titik strategis daerah ini, demikian disampaikan Gubernur Bali I Wayan Koster usai memimpin rapat rencana pengembangan infrastruktur kereta api di Gedung Jayasabha, Denpasar, Jumat (10/5/2019) sore

Selain nanti akan menjadi solusi masalah kemacetan lalu lintas, jaringan kereta api listrik ini juga akan memperkuat posisi Bali sebagai pulau ramah lingkungan. Kereta api bertenaga listrik tidak menggunakan bahan bakar fosil sehingga tidak akan menimbulkan polusi, serta menghasilkan jejak karbon yang 20-35persen lebih sedikit dibandingkan kereta api bertenaga diesel.

Menurut Gubernur Koster, inisiatif pembangunan jaringan kereta api listrik ini merupakan salah satu inovasi dirinya sebagai bentuk perhatiannya yang sangat besar terhadap pelestarian lingkungan. Karenanya, dia memastikan bahhwa jaringan kereta api Bali harus menggunakan tenaga listrik.

“Jaringan kereta api listrik ini nantinya akan dibangun keliling Bali. Untuk tahap pertama akan diprioritaskan pembangunan yang menghubungkan Bandara Ngurah Rai-Mengwitani-Singaraja,” ujar Koster.

Dijelaskan, jalur pertama ini rencananya mulai dibangun tahun 2020. kehadiran jalur pertama ini diyakini akan mampu mengurai kemacetan yang kerap terjadi di jalur Mengwi-Bedugul-Singaraja.

Selain itu, kehadiran jalur ini dipastikan akan menyediakan alternatif transportasi yang lebih nyaman dan cepat baik bagi warga Bali maupun para wisatawan. Saat ini jalur Denpasar-Singaraja umumnya ditempuh selama tiga jam. Sementara kereta api listrik akan mampu menyelesaikan rute tersebut dalam dua jam.

Menyinggung desain kereta api listri yang dikembalkan di Bali nanti, Gubernur Koster mengatakan, “Kita ingin desain yang beda, dengan estetika dan ciri khas tersendiri, dengan sentuhan (nuansa, red) lokal. Jadi berbeda dengan daerah lain. Bali ini kecil, tapi selalu dilihat dunia”.

BACA JUGA:  Bupati Mas Sumatri Pantau Tiga Posko Satgas Gotong Royong

Ditambahkan, “Bali ini kan jadi tujuan wisata dunia, jadi sorotan internasional. Sudah sepantasnya punya jaringan transportasi yang memadai”.

Menurut Koster yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini, masyarakat Bali merespon baik rencana tersebut. “Respon masyarakat luar biasa rencana pengembangan akses untuk transportasi umum ini,” sebutnya.

Ke depan, Koster menyatakan akan terus mendorong penyempurnaan sistem transportasi di Bali.

“Transportasi darat, laut dan udara akan terus disempurnakan selain untuk masyarakat, juga mendukung industri pariwisata di Bali,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah pusat menargetkan jumlah kunjungan wisatawan asing ke Indonesia mencapai 20 juta orang per tahun. Bali sendiri tetap menjadi destinasi wisata unggulan untuk menggaet kunjungan wisatawan asing ke Tanah Air.

“Dan ini mesti didukung oleh sarana transportasi yang baik,” tegas pria asal Desa Sembiran, Buleleng ini.

Sementara itu, Kepala Biro Perencanaan Sekretariat Jenderal Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Gede Pasek Suardika menyatakan dukungannya, bahkan mendorong realisasi pembangunan dan pengembangan kereta api di Bali.

“Ini juga sesuai amanah Bapak Presiden yang mendorong pembangunan infrastruktur dan konektivitas nasional,” terangnya.

Ia juga menyarankan agar jalur kereta api nantinya bisa terhubung pula dengan bandara dan pusat-pusat kegiatan lain, sehingga mempercepat akses dan layanan pada masyarakat. (agw)