Sekda Giri Putra Sebut, Dua Duta Seni Kabupaten Bangli Layak Tampil di PKB 2019

Penampilan siswi SMPN 1 Bangli pada peringatan HUT ke-815 Kota Bangli. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Sebagai duta seni yang akan mewakili Kabupaten Bangli pada Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41 pada Juni 2019 mendatang, penampilan sekaa gong kebyar wanita Cempaka Sari, Banjar Metro, Desa Yangapi, Kecamatan Tembuku dan sekaa gong kebyar anak-anak Pasraman Rakta Puspa SMPN 1 Bangli, berhasil memukau ribuan penoton dan pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Bangli.

Atraksi seni budaya kedua duta PKB Kabupaten Bangli itu digelar serangkaikan peringatan HUT ke-815 Kota Bangli. Penampilan mereka disaksikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bangli I B Gde Giri Putra,MM dan pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Bangli, bertempat di panggung terbuka lapangan Kapten Mudita, Bangli, Rabu (8/5/2019).

Dalam atraksi itu, sekaa gong kebyar wanita Cempaka Sari membawakan dua garapan, yakni Tabuh Kebyar Dang Cita Utsawa dan Tari Marga Pati, yang merupakan perpaduan harmonis antara garapan instrumental dengan olah vocal. Alunan vocal dikumandangkan para penabuh dan diperkuat sekelompok penyanyi.

Melalui melodi yang harmonis dan dinamis, lirik lagu yang dinyanyikan mengekspresikan tentang kehidupan masyarakat yang bahagia dan damai. Tabuh ini diciptakan oleh I Wayan Beratha pada tahun 1983. Sedangkan untuk Tari Marga Pati melukiskan gerak-gerak seekor binatang (Raja Hutan/Singa) yang sedang berkelana di tengah hutan belantara saat memburu mangsanya.

Sementara itu, sekaa gong kebyar anak-anak Pasraman Rakta Puspa membawakan empat garapan, yakni Tari Merak Anggelo, Tabuh Kokar Jaya, Tari Kreasi Baru Sisya Sesana dan Tari Meplayanan Mepindek-Pindekan. Tari Merak Anggelo, merupakan tari yang menggambarkan burung merak jantan yang dengan bangganya memamerkan keindahan bulu ekornya yang panjang dan warna warni untuk menarik burung merak betina.

BACA JUGA:  Masyarakat Diimbau Tidak Euforia Sambut Kemenangan Pilpres dan Pileg 2019

Sedangkan garapan Tabuh Kokar Jaya merupakan materi wajib pilihan pada PKB XLI karya maestro karawitan Bali Wayan Brata pada era 80-an. Untuk garapan Tari Sisya Sesana, menggambarkan semangat menggelora para siswa dalam menjalankan kewajiban di sekolah. Sedangkan Tari Mepindek-Pindekan merupakan garapan yang diciptakan untuk mengingatkan para orang tua agar bisa menjaga dan menyayangi  anak-anaknya dengan baik, serta memperlakukanya sesuai usia mereka.

Sekda Bangli, IB Gde Giri Putra mengapresiasi penampilan sekaa gong Cempaka Sari dan sekaa gong Pasraman Rakta Puspa yang begitu memukau lewat garapannya yang apik dan kreatif serta sarat dengan nilai-nilai estetika.

“Dari awal sampai akhir, saya sangat menikmati pertunjukan keduanya. Apa yang mereka tampilkan hari ini sudah maksimal dan sangat luar biasa. Jadi sangat layak menjadi duta Kabupaten Bangli pada PKB ke-41 yang akan digelar Juni mendatang,” ujarnya. (tra)