Jokowi-Ma’ruf Amin Meraup 89,55 Persen Suara di Kota Denpasar

Capres-Cawapres nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf Amin. (foto : net)

Beritabalionline.com –  Pasangan Capres-Cawapres nomor urut 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin berhasil meraup 89,55 persen suara pemilih di Kota Denpasar pada Pemilu 17 April lalu, dengan total perolehan di empat kecamatan sebanyak 338.019 suara.

“Proses penghitungan yang sudah kita lalui di TPS, berlanjut di tingkatan kecamatan, hingga hari ini di tingkatan KPU Kota Denpasar,” kata Ketua KPU Kota Denpasar I Wayan Arsa Jaya dalam Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Pemilu Tahun 2019 di Kota Denpasar, Senin (6/5/2019).

Berdasarkan hasil rekapitulasi tersebut, pasangan nomor urut 01 Jokowi-Amin meraih 338.019 suara (89,55 persen) dan pasangan nomor urut 02, Prabowo-Sandi dengan 39.455 suara (10,45 persen), sedangkan total jumlah suara sah sebanyak 377.474 suara.

Untuk sebaran perolehan suara Pilpres di masing-masing kecamatan yakni untuk Denpasar Timur, pasangan Jokowi-Amin (64.614 suara) dan Prabowo-Sandi (4.847 suara) dan kemudian di Kecamatan Denpasar Selatan, Jokowi-Amin (92.348) dan Prabowo-Sandi (10.989).

Untuk di Denpasar Barat, pasangan Jokowi-Amin (93.406) dan Prabowo-Sandi (15.999) dan di Kecamatan Denpasar Utara perolehan suara Jokowi-Amin (87.651) dan Prabowo-Sandi (7.620).

Arsa Jaya menambahkan, meskipun dalam pleno di tingkat KPU Kota Denpasar ada sejumlah perbaikan administrasi terkait data pemilih, hal tersebut tidak memengaruhi perolehan hasil perolehan suara peserta pemilu.

Dalam rapat pleno yang berlangsung lebih dari delapan jam itu, juga sempat ada interupsi dari saksi Parpol Gerindra terkait perolehan suara salah satu caleg bernama Muliawan Arya, yang ternyata perolehan suaranya salah “input”.

Hal itu diantaranya terjadi di TPS 26 Tegalkerta, perolehan suara yang seharusnya 57 tertulis 5 dan angka 7 nya terketik pada calon nomor berikutnya. Demikian juga di TPS 12 Pemecutan, perolehan suara yang seharusnya 66 tertulis 6.

BACA JUGA:  Reformasi Birokrasi di Denpasar dengan Inovasi Pelayanan Publik

Atas kekeliruan pengetikan tersebut, dengan dicocokkan pada formulir data yang tersedia di tingkat kecamatan, dan dengan disaksikan Bawaslu Kota Denpasar, sudah dilaksanakan perbaikan. (tra)