Pelatihan SAR Diharapkan Dapat Membentuk Kesiapsiagaan Bencana di Masyarakat

Suasana pembekalan dan pelatihan bina potensi pertolongan dan pencarian yang digelar oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)..(foto: ist).

Beritabalionline.com – Sejumlah elemen masyarakat, seperti Pecalang, Pasebaya, Orari, BPBD, RAPI, dan OPD terkait di lingkungan Pemkab Karangasem mengikuti pembekalan dan pelatihan bina potensi pertolongan dan pencarian yang digelar oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).

Wakil bupati Karangasem, I Wayan Artha Dipa berharap, pembekalan dan pelatihan dasar ini, dapat membentuk kesiapsiagaan masyarakat di lingkar gunung agung.

Pendidikan Dasar (Diksar) Bina Potensi Pertolongan dan Pencarian, dilaksanakan di SKB Jasri,  Kamis (25/4) kemarin ini, dibuka secara resmi,  Marsekal Pertama TNI, Fakturahman Indra Jaya, yang didampingi Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa, Dandim 1623/Karangasem Letkol Inf. Bima Santosa, Kasat Sabara Polres Karangasem AKP Made Sudartawan, Bendesa Adat Jasri,Bendesa Adat Karangasem, Kepala Desa 28 lingkar Gunung Agung dan undangan lainnya.

Pada kesempatan itu, Marsekal Pertama TNI,Fakturahman Indra Jaya menyampaikan, latihan ini bertujuan agar semua anggota SAR memiliki keterampilan yang tangguh dalam menghadapi segala bentuk bencana. Diharapkan, semua SAR yang ada bisa bekerja sesuai standar yang ada sehingga penangan bencana bisa dilaksanakan secara baik. “Potensi bencana bisa terjadi kapan saja tanpa pernah di duga sebelumnya,semua komponen harus memiliki kewaspadaan potensi-potensi musiman yang mengancam,” ujarnya.

Sementara itu, Wabup Wayan Artha Dipa,mengatakan, Basarnas adalah sebagai pilar penting mengahadapi segala bentuk hal atau bencana yang datang. Dikatakanya lagi,melihat situasi saat ini, Gunung Agung yang kembali Siaga, menjadi warning bagi masyarakat Karangasem. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan menjadi wadah kesiapsiagaan dalam mengantisipasi musibah. Oleh karena itu, lewat pendidikan dasar ini, kedepan bisa menjadi SAR yang lebih sigap dalam mengahadapi hal yang sangat membahayakan orang banyak. “Potensi bencana yang lainnya juga sangat berpotensi di Karangasem karena wilayah yang dimiliki cukup luas,bukan hanya di darat, tetapi potensi di laut,” ujarnya. (huk)

BACA JUGA:  Dari Tabanan, Bali, Keragaman dan Keharmonisan NKRI Digaungkan