Surveyor Indonesia Dorong IKM Bali Masuk Pasar Ekspor

Direktur Utama PT Surveyor Indonesia Dian M.Noer dan Direktur Komersial Darwin Abas menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman dengan 6 IKM makanan dan minuman dari Bali untuk meningkatkan kualitas produk sesuai dengan standar internasional.(foto: ist.

Beritabalionline.com – PT Surveyor Indonesia (Persero) menggandeng sejumlah industri kecil dan menengah di Bali untuk meningkatkan standar mutu produksi agar mampu bersaing di pasar ekspor.

Direktur Komersial PT Surveyor Indonesia Darwin Abas mengatakan saat ini Bali berupaya memacu peningkatan pertumbuhan industri berorientasi ekspor terutama produk makanan, minuman, dan kerajinan.

“IKM di Bali sangat potensial untuk dikembangkan masuk pasar ekspor, tetapi perlu sejumlah pembenahan agar produk sesuai standar internasional,” katanya seusai peresmian kantor baru PT SI di Denpasar, Senin (22/4/2019).

Menurut Darwin pihaknya akan menjadi mitra IKM untuk membantu meningkatkan pengelolaan sistem manajemen mutu, sistem manajemen keamanan pangan, dan kemasan berdasarkan ISO 9001, ISO 22000, dan Good Manufacturing Practice (GMP).

PT SI akan menyediakan aplikasi berbasis teknologi informasi dan tenaga ahli konsultan sistem manajemen, pusat pelatihan, dan membantu pemasaran produk melalui aplikasi e-commerce bagi IKM yang telah tersertifikasi oleh Surveyor Indonesia.

Kata dia secara nasional telah merangkul sekitar 3.400 IKM untuk meningkatkan usaha dengan melakukan pelatihan dan pendampingan agar mampu memasuki pasar ekspor.

Kepala Cabang PT SI Surabaya Negari Karunia Adi mengatakan ke depan akan lebih serius mengembangkan layanan di sektor industri kecil dan menengah yang hingga akhir 2018 di Bali terdapat mencapai 1.216 IKM dengan total investasi mencapai Rp4,067 triliun yang sebagian besar bergerak di bidang pangan.

“Ini merupakan peluang besar untuk digarap, apalagi kami telah menandatangani nota kesepahaman dengan 6 IKM dari 30 IKM yang akan bekerja sama dengan PT SI,” katanya.

Negari menambahkan peresmian kantor baru ini sangat penting karena area Bali dan Nusa Tenggara memberikan kontribusi sekitar Rp10 miliar dari target cabang Surabaya Rp90,2 miliar.

BACA JUGA:  Bupati Suwirta Minta Koperasi Berinovasi dengan Konsep Belanja Start up

Kata dia peluang bisnis di lingkungan BUMN di Bali saat ini berasal dari Angkasa Pura I, PLN Distribusi Bali, Indonesia Power, Pelindo 3, dan Telkom. Ia berharap ke depan bisa memperluas kerja sama bisnis dengan BUMN lain termasuk Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) yang tengah dijajaki saat ini.(bsi)