Suara Jokowi di TPS 04 Gianyar Melonjak Drastis dari Hasil C1

Ilustrasi rekapitulasi surat suara. (foto : net)

Beritabalionline.com – Hasil penghitungan data dari TPS 04 Kelurahan Petak Kaja, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, Bali menjadi perbincangan. Hal ini lantaran perbedaan jumlah perolehan suara Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Joko Widodo (Jokowi-Ma’hruf Amin) berdasarkan form C1 dengan hasil hitung yang diunggah di website KPU.

Berdasarkan scan form C1, jumlah perolehan suara Jokowi-Ma’ruf sebanyak 183. Sedangkan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno mengantongi 2 suara.

Jumlah suara sah sebanyak 185, sedangkan suara tidak sah 4. TPS 04 menerima surat suara sebanyak 243. Surat suara yang digunakan 189. Sedangkan surat suara yang tidak digunakan, tidak terpakai, termasuk sisa surat suara cadangan mencapai 54.

Sedangkan hasil hitung suara yang di-input di website KPU, suara Jokowi-Ma’ruf mencapai 1.833. Sedangkan Prabowo-Sandi 2 suara. Data ini diakses merdeka.com, Selasa (23/4/2019), pukul 12.40 WIB.

Dalam website KPU tersebut, keterangan jumlah seluruh suara sah mencapai 185. Suara tidak sah 4. Jumlah pemilih terdaftar 255, yang menggunakan hak pilihnya 189 pemilih.

Merdeka.com berusaha mengkonfirmasi hal ini kepada Komisioner KPU Viryan Aziz, Hasyim Ashari dan Ilham Saputra. Namun semuanya tak menjawab telepon.

Sebelumnya, kasus perbedaan jumlah suara juga terjadi di TPS 093, Kelurahan Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. Di mana dalam scan C1 yang diunggah, suara Jokowi-Ma’ruf 47, sementara Prabowo-Sandiaga 162 suara.

Tapi, dalam data yang di-input KPU, suara Jokowi-Ma’ruf naik menjadi 180, untuk Prabowo-Sandiaga menyusut jadi 56 suara.

Terkait hal tersebut, Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik menjelaskan, Situng merupakan upaya pihaknya untuk menjadikan Pemilu serentak transparan dan siapapun bisa melihat penghitungan suara. Apabila ada kesalahan, KPU tak menutup diri untuk melakukan koreksi.

BACA JUGA:  Komisi II Dewan Klungkung Soroti Sampah TPA Biaung

“Ini adalah bagian dari transparansi kami sebagai penyelenggara Pemilu. Setiap orang boleh memberikan masukan bila ada yang tidak pas di entri,” jelas Evi kepada merdeka.com, Jumat (19/4/2019).

Dia menjelaskan proses scan form C1 dari TPS hingga diunggah ke website KPU. Seluruh C1 dibawa oleh petugas di TPS ke KPU tingkat kabupaten/kota. Setelah itu, barulah petugas KPU di daerah yang mengunggahnya.

“C1 dari TPS dikumpulkan oleh PPS dan PPK kemudian diserahkan kepada KPU Kabupaten/Kota untuk discan dan entry dan dikirim ke KPU,” jelas Evi.

Agar kesalahan input data tidak terulang, Evi mengimbau kepada seluruh jajaran KPU tingkat kabupaten dan kota lebih hati-hati dan teliti.

“Tidak terburu-buru entry (C1) dan teliti,” tutup dia. *itn