Penjaga Lapas Kerobokan Selundupkan Narkoba Dipecat

I Made Teguh Kuri Raharja (kiri) dan napi LP Kerobokan, Surya Adi saat diamankan petugas. (foto : Agung W/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kakanwil Kemenkumham) Bali, Sutrisno menindak tegas pelaku penyelundupan yang merupakan anggota sipir lembaga kelas IIA Lembaga Permasyarakatan (LP) Kerobokan I Made Teguh Kuri Raharja (27).

Atas perbuatannya itu, yang bersangkutan akan diberhentikan sebagai PNS, karena terbukti ingin menyelundupkan barang haram ke dalam rumah tahanan (Rutan).

”Kami berterima kasih kepada BNN yang telah bekerja sama membersihkan barang terlarang masuk kedalam lapas. Meskipun ditangkap di luar rutan, tetapi potensi masuk ke rutan besar sekali,” kata Kakanwil Kemenkumham Bali, Sutrisno dalam keterangan persnya di kantor Kemenkumham Bali, Selasa (23/4/2019).

Sutrisno mengungkapkan bahwa pihaknya berprinsip sependapat dengan BNN untuk menindak tegas siapapun yang melanggar aturan hukum yang ada di Indonesia, termasuk peredaran narkoba atau barang terlarang masuk kedalam rutan atau lapas.

Terkait dengan tertangkap petugas sipir lapas Keribokan, kedepan akan dilakukan pemetaan resiko terkait peredaran narkoba di lapas, pihaknya juga akan berkerjasama dengan pihak lain yang memeliki wewenang untuk mengungkap, untuk melakukan langkah prepentif atau pencegahan. Membuka diri dengan pihak penyidik.

“Kita akan terus melakukan pembenahan, penguatan komitmen, serta upaya-upaya joint informasi dengan BNN maupun polisi,” tandasnya.

Sutrisno mempertegas bahwa jajarannya sudah berkomitmen dari pimpinan tertinggi sampai kebawah.

Bahwa yang bersangkutan akan segera diberhentikan dari PNS, sementara sesuai aturan yang ada, ia dijadikan tersangka wajib memberhentikan sementara sampai keputusan. “Intinya berhenti, ga ada ampun,” kata dia.

Sutrisno menjelaskan, I Made Teguh diangkat menjadi PNS sejak 2010, penempatan tugas pertama di lapas kelas IA Denpasar dan sekarang bernama lapas kelas IIA Kerobokan.

BACA JUGA:  Polresta Denpasar Ungkap Kasus Pelemparan Molotov di Ubung, Motif Pelaku Dendam Pribadi

Terakhir, lanjut Sutrisno, dia berpangkat golongan IIIA, bertugas di satuan pengamanan, tepatnya dipintu utama. Pintu utama merupakan pintu dimana dia tidak dapat berhadapan langsung dengan tahanan. Posisi ini adalah titik untuk mempersempit ruang gerak berbaur dengan warga binaan.

”Kecurigaan selalu ada, semua petugas dicurigai termasuk dia.

Sebelumnya Teguh juga sudah dua kali melakukan pelanggaran disiplin tugas, pertama ditahun 2015 dan 2016. Atas ulahnya itu ia dikenai hukuman disiplin teguran dan disiplin tingkat ringan.

Untuk dikertahui, Teguh ditangkap petugas BNNp Bali karena berupaya  menyelundupkan 590 butir pil ekstasi ke dalam Lapas atas perintah seorang napi bernama Surya Adiu Saputra yang kini meringkuk sel tahanan Lapas Kerobokan.

Untuk memudahkan membawa barang haram tersebut ke dalam Lapas, Teguh memasukan ratusan butir ekstasi itu ke dalam 20 bungkus kopi sachetan.

Aksi itu sendiri terbongkar saat petugas dari BNNP Bali yang mencium adanya pengiriman ekstasi. Dimana informasi yang didapat, barang haram itu akan dibawa masuk ke dalam lapas oleh seorang sipir. Ratusan butir pil ekstasi itu rencananya akan diperjualbelikan di dalam penjara. *agw