Bawaslu Bali Rekomendasikan Tiga TPS Dilakukan Pemungutan Suara Ulang

Bawaslu Bali umumkan temuan dugaan pelanggaran saat pencoblosan. (foto : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Bali mengungkap sejumlah temuan dugaan pelanggaran saat pelaksanaan pencoblosan. Hasil pengawasan tahapan pemungutan dan penghitungan suara tanggal 17 April 2019, ditemukan tiga TPS yang berpotensi dilakukan pemungutan suara ulang (PSU).

“Ada tiga TPS yakni TPS di Kabupaten Tabanan, Jembrana dan di Denpasar kami temukan terjadi pelanggaran. Saat ini sedang dilakukan penanganan bersama Sentragakkumdu,” terang Ketua Bawaslu Provinsi Bali Ni Ketut Ariyani saat keterangan pers, Kamis (18/4/2019) di Kantor Bawaslu Bali.

Di Kabupaten Jembrana, Bawaslu mengindikasi petugas KPPS yang bertugas di TPS 4 di Keluarahan Loloan Timur, Kabupaten Jembrana melakukan pelanggaran dengan memperbolehkan dua orang pemilih yang menggunakan e-KTP di luar daerah tanpa membawa formulir A-5.

Di Tabanan, anggota KPPS TPS 29 yang berlokasi di wilayah Banjar Pangkung, Kabupaten Tabanan merusak surat suara calon DPRD Kabupaten Tabanan. Sedangkan di Kota Denpasar, ditemukan pelanggaran di TPS 5 Desa Dauh Puri yaitu satu pemilih mencoblos menggunakan e-KTP dari luar Bali tanpa formulir A-5.

“Ketiga temuan tersebut sedang dilakukan penelitian dan pemeriksaan untuk diputuskan menjadi rekomendasi PSU ke KPU Kabupaten/Kota karena lokasi kejadian ada disana,” jelas Ketut Ariyani.

Terkait waktu proses pelaksanaan pemungutan suara ulang, Ariyani menerangkan jika pihaknya hanya memberi rekomendasi PSU. Sedangkan pelaksanaan PSU merupakan kewenangan KPU masing-masing Kabupaten/Kota.

“PSU hanya di tiga TPS tadi. Dilakukan apa tidak itu wewenang KPU Kabupaten/Kota. Tapi di Undang-undang pemilu disebutkan, jika nanti tanpa alasan yang jelas KPU tidak melaksanakan rekomendasi Bawaslu, ada ketentuan berusa sanki bagi mereka,” ucap Ketua Ariyani. (agw)

BACA JUGA:  Gubernur Koster: Pemuda Punya Peran Strategis Jaga Keutuhan NKRI