Kostrer Optimistis Jokowi-Ma’ruf Amin Raih 85 Persen Suara di Bali, Masyarakat Diimbau Gunakan Hak Pilihnya dengan Bijak

Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, I Wayan Koster. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Banyak kalangan terutama pengamat politik memprediksi Calon Presiden dan Wakil Presiden pasangan nomor urut 01, Joko Widodo-Ma’hruf Amin akan mendulang suara mutlak di Bali pada Pemilu Serentak, 17 April 2019.

Alasannya, selain karena Bali merupakan kubu Banteng atau daerah basis kekuatan PDIP yang tak lain adalah partai pengusung utama Capres-Cawapres petahana, juga karena idiologi politik sebagian besar masyarakyat Pulau Dewata adalah nasionalis.

‘Saya yakin, Capres Jokowi-Ma’ruf Amin akan meraih kemenagan mutlak atau sekitar 85 persen suara di Bali. PDIP sendiri dari awal memasang target perolehan suara Jokowi-Ma’ruf Amin 80 persen. Dan kita, masyarakat Bali, juga kader-kader PDIP dan kader-kader dari beberapa partai pengusung sudah berusaha maksimal,” kata Ketua DPD PDIP Bali, I Wayan Koster saat berbincang-bincang dengan sejumlah pimpinan media di Denpasar, Selasa (16/4/2019.

Dijelaskan Koster, awalnya, saat pasangan Jokowi-Ma’ruf baru dideklarasikan, respons masyarakat Bali tampak datar dan biasa-biasa saja. Mungkin jika dikonversi secara prosentase, awalnya berkisar pada angka 60 hingga 70 persen lebih.

Namun, semakin mendekati hari H penyelenggaraan pemilihan Presiden, imbuh Koster yang juga Gubernur Bali, animo masyarakat untuk mendukung pasangan Jokowi-Ma’rup Amin terus meningkat. Kondisi itu dimungkinkan setelah bergulir berbagai isu seputar Pilpres dan isu-isu seputar sepak terjang dan track record pasangan Capres-Cawapres nomor urut 02.

Dikatakan, masyarakat itu sudah pintar-pintar semua. Masyarakat bisa membedakan mana isu yang layak dipercaya dan mana yang tidak. Sepak terjang Capres Jokowi-Ma’ruf Amin ini bagi masyarakat Bali sudah banyak terbukti. Kemampuan keduanya untuk memimpin negara ini juga sudah teruji.

“Saya kira itulah yang juga jadi alasan dan pertimbangan mengapa masyarakat Bali dominan memilih pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin. Pertimbangannya sangat rasional, meski ada juga pertimbangan idiologis. Semua menyatu hingga melahirkan kepercayaan kepada Jokowi-Ma’ruf Amin,” ungkap Koster.

BACA JUGA:  Mutasi di Polresta Denpasar, Dua Pejabat Dipromosi Tempati Jabatan Baru

Pada bagian lain, politisi asal Desa Sembiran, Buleleng ini juga mengimbau masyarakat Bali yang memiliki hak suara untuk datang beramai-ramai pada hari pencoblosan. Karena kuantitas pemilih menentukan tingginya tingkat kesadaran masyarakat menggunakan hak politiknya dalam Pemilu sebagai ajang pesta demokrasi.

“Saya mengajak dan mengimbau semua warga negara pemegang hak memilih untuk menggunakan hak pilihnya. Aktualisasikan kedaulatan rakyat itu, dan jangan mengambil posisi sebagai Golput. Gunakanlah hak itu dengan bijaksana dan cerdas,” ajak Koster.

Mantan anggota DPR RI tiga periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini menilai penting mendorong dan memaksimalkan partisipasi pemilih sebagai momentum bagi semua warga negara memperkuat kesepakatan dalam merawat dan meningkatkan kualitas demokrasi Indonesia.

Koster juga berharap Pemilu 2019 nanti menjadi momentum bagi warga negara untuk menetapkan arah dan orientasi pembangunan nasional. Karena arah pembangunan nasional dan masa depan Indonesia akan ditentukan dalam pemilu kali ini. (tra)