Angkat Tema ‘Rural Landscape’, Bali Jadi Tuan Rumah Perayaan Hari Warisan Dunia 2019

Jumpa pers Kemendikbud terkait Hari Perayaan Warisan Dunia 2019. (foto : Merdeka.com)

Beritabalionline.com – Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kembali menggelar perayaan Hari Warisan Dunia yang jatuh pada 18 April 2019. Tema yang diangkat pada tahun ini adalah rural landscape atau lanskap pedesaan.

Perayaan Hari Warisan Dunia 2019 akan dipusatkan di Bali mulai tanggal 27 hingga 28 April mendatang. Hal ini karena salah satu warisan dunia Indonesia adalah lanskap budaya Provinsi Bali yaitu sistem subak. Namun, tidak melupakan warisan dunia Indonesia lainnya, termasuk situs-situs yang ada dalam daftar sementara juga akan terlibat dalam perayaan tahunan ini.

“Perayaan Warisan Dunia kami fokuskan di baki. Jadi Denpasar dan sekitarnya dengan berbagai kegiatan-kegiatan. Khususnya juga kenapa di Bali kami hadirkan juga anak-anak muda untuk melihat lebih dekat subak yang ada di Bali,” kata Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya, Nadjamuddin Ramly saat Taklimat Media Hari Warisan Dunia 2019 di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Senin (15/4/2019), dilansir merdeka.com.

Sistem subak sendiri adalah bagian dari sistem pertanian tradisional Bali. Selain itu, sistem subak sebagai perwujudan filosofi Tri Hita Karana yang merupakan falsafah hidup yang dianut masyarakat Bali dan sudah mendapat perhatian dunia. Subak telah ditetapkan UNESCO sebagai warisan dunia Indonesia sejak tahun 2012.

Perayaan Hari Warisan Dunia 2019 di Bali akan dilaksanakan di Pura Ulun Danau Batur dan Danau Batur di Kabuoaten Bangli, Lanskap Subak dan Pura Subak di sepanjang DAS Pakerisan di Kabupaten gianyar, Kawasan Caturangga Batukaru di Kabuoaten Tabanan dan Buleleng, serta Pura Taman Ayun di Kabupaten Badung.

“5 Kabupaten di Provinsi Bali itu kawasan Subak. Rural lanskap, kawasan perdesaan yang di dalamnya ada persawahan yang indah,” ujarnya.

BACA JUGA:  Pemilu Indonesia Berjalan Demokratis, Jokowi Dapat Ucapan Selamat dari PM Australia

Nantinya para anak muda dari seluruh Indonesia akan memeriahkan perayaan Hari Warisan Dunia 2019 ini. Akan ada banyak rangkaian acara yang akan dilaksankan. Dari mulai pameran hingga berbagai seminar dari para pemerhati warisan dunia Indonesia.

“Kami hadirkan kurang lebih seratus anak muda. Dalam rangkaian acara juga ada seminar, kemudian seminar internasional, seminar bersama dengan pemangku kepentingan yang ada di sekitar subak. Seminar dengan teman-teman pemerhatu warisan dunia,” ucapnya.

Acara ini juga bertujuan untuk mengajak para anak muda untuk lebih mengenal dan mengajak semua orang untuk menjaga warisan dunia yang Indonesia miliki. Dalam menjaga warisan dunia bukanlah hal yang mudah. Banyak sekali tantangan yang dihadapi. Salah satunya kerapuhan warisan dunia sebagai cagar budaya dan lahan pertanian di masa sekarang. Alih fungsi lahan, perubahan lingkungan, dan desakan pembangunan merupakan beberapa masalah yang selalu dihadapi oleh warisan dunia dan lahan pertanian. (itn)